sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menag akui khilaf soal "good looking"

Pernyataan good looking disampaikan di forum publik.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 08 Sep 2020 15:02 WIB
Menag akui khilaf soal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Meteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengaku khilaf atas pernyataan “good looking”, merujuk pada mereka yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik, hafal Alquran atau hafiz, dan bisa berbahasa Arab, namun berpotensi menjadi pintu masuk radikalisme.

Pernyataan tersebut, kata Menag, dilontarkan dalam forum  webinar bertajuk "Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara," yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB).

"Kalau ada kata-kata itu mungkin salah di saya, karena saya tidak tahu bahwa forum ini, forum publik. Saya bicara pada internal ASN (Aparatur Sipil Negara). Jadi kembali saya garis bawahi itu acara internal ASN," tutur Fachrul, saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (8/9).

Menag juga menjelaskan pernyataannya soal pengurus masjid pemerintahan harus berasal dari ASN. Kata dia, pernyataan itu untuk menyinkronkan materi pembicaraan dengan topik seminar.

"Karena itu ngomongnya internal ASN, saya bilang pengurus masjid hendaknya berasal dari ASN. Jangan dari luar ASN karena akan miss guide," tuturnya.

Hanya saja, Fachrul tetap meyakini bahwa salah satu penyebaran paham radikalisme dapat dilakukan melalui penyusupan seseorang ke dalam suatu komunitas.

"Kalau orang ada niat tidak baik memasukkan ke masjid, masukkan anak-anak yang punya good looking, pengetahuan agama yang cukup baik sehingga orang akan tertarik," kata dia.

Fachrul menilai upaya menangkal paham radikalisme di lingkungan ASN dapat dilakukan dengan cara memperhatikan peserta pada tahap rekrutmennya, pengawasan di tingkat pendidikan, serta pada tahap ibadah.

Sponsored

"Memang menyedihkan kalau memang ada penyusup, pemahaman agamanya tinggi tetapi bawa paham radikal. Saya pernah dua kali bertugas dalam misi perdamaian ini. Kadang saya menangis bila melihat dua pihak yang berteriak dengan penuh kebencian, saling menghantam sama lain, saling membunuh dengan rasa kebencian, dan masing-masing berteriak nama Tuhan yang sama," tuturnya.

Berita Lainnya