sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menhan: Jadi Muslim bukan Arab, Kristen bukan Yahudi

Menhan Ryamizard memperingatkan agar tidak ada kelompok yang berupaya mengganti Pancasila.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 12 Agst 2019 16:08 WIB
Menhan: Jadi Muslim bukan Arab, Kristen bukan Yahudi

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memperingatkan kelompok-kelompok yang berupaya mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa. Menurut dia, siapa pun yang mencoba mengganti Pancasila adalah pengkhianat bangsa. 

"Dia pengkhianat terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia dan pengkhianat terhadap negara ini, pengkhianat terhadap kita semua, serta pengkhianat terhadap masa depan bangsa ini," kata Ryamizard saat membuka silaturahmi dan dialog tokoh bangsa bertajuk 'Pancasila Perekat Kita, Satu Nusa Satu Bangsa' di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Senin (12/8). 

Menurut Ryamizard, Pancasila adalah ideologi negara yang sudah final yang terbukti ampuh mempersatukan berbagai suku, agama dan ras di Indonesia. Karena itu, ia menilai, Pancasila tidak perlu diperdebatkan lagi. 

"Pancasila adalah Indonesia itu sendiri. Mengganti Pancasila berarti mengganti Indonesia. Pancasila akan timbul dan tenggelam bersama negara ini. Hancurnya Pancasila adalah terpecahnya negara," jelas Ryamizard.

Lebih jauh, Ryamizard menegaskan, Indonesia bukan negara agama, tetapi negara yang masyarakatnya beragama. "Jadi Hindu bukan berarti menjadi orang India. Jadi Muslim bukan berarti jadi orang Arab dan jadi Kristen bukan berarti menjadi orang Yahudi. Kita harus tetap menjadi orang Nusantara," ujar Ryamizard mengutip ucapan sang proklamator Soekarno. 

Isu ancaman terhadap Pancasila dan NKRI kembali mengemuka setelah Ijtimak Ulama jilid IV menelurkan ide membangun NKRI bersyariah dalam pertemuan yang digelar di sebuah hotel di Bogor, beberapa waktu lalu. 

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Haikal Hassan yang hadir dalam acara silaturahmi tersebut buru-buru mengklarifikasi rumusan NKRI syariah yang tercetus dalam Ijtimak Ulama jilid IV. Menurut dia, NKRI syariah hanya istilah. 

"Jadi, jangan mentang-mentang NKRI bersyariah terus Pancasila hilang gitu. Iya, enggak. UUD 45 hilang? Ya, enggaklah," kata Haikal.

Sponsored

Ada 8 butir putusan yang dicapai Ijtimak Ulama jilid IV. Dalam salah satu rekomendasi, Ijtimak Ulama menyepakati bakal 'mewujudkan NKRI yang syariah dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi'.

Menurut Haikal, ide NKRI syariah tidak bertentangan dengan Pancasila. Apalagi, sistem syariah sudah merasuk ke berbagai bidang. "Hari ini kita sudah bersyariah. Ada bank syariah (dan) ada pembiayaan syariah. Pernikahan juga cara syariah," tuturnya.