sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Moeldoko diduga aktor di balik kudeta Partai Demokrat

Keyakinina itu dilandaskan pengakuan saksi dari BAP pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 01 Feb 2021 20:31 WIB
Moeldoko diduga aktor di balik kudeta Partai Demokrat

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko diduga menjadi aktor yang ingin mengudeta kepemimpinan Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Demikian disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.

Keyakinina itu dilandaskan pengakuan saksi dari BAP pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat. "Berdasarkan pengakuan, kesaksian, dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat yang kami dapatkan, mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024," ungkap Herzaky, kepada wartawan, Senin (1/2).

Dia menegaskan, pengungkapan sosok di balik kudeta kepengurusan Partai Demokrat ini bukan dimaksudkan untuk mengeruhkan hubungan antara pihaknya dan partai pemerintah

"Ini bukan soal Demokrat melawan Istana, atau Biru melawan Merah. Ini soal penyalahgunaan kekuasaan dengan mencatut nama Presiden," kata dia.

Dia menyatakan, pengungkapan sosok ini dilandasi karena banyak dari para pihak yang ingin mengetahui sosok dekat Presiden disebut dalam konferensi pers Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, siang tadi.

"Kami sebenarnya menunggu respons Bapak Presiden Jokowi terkait surat kami kepada Bapak Presiden. Kami mendapat info kalau Bapak Presiden sudah membaca surat dari kami," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat AHY mengaku, terdapat beberapa pihak yang ingin mengudeta dirinya dari jabatan pimpinan Partai Demokrat.

"Kami memandang perlu untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya. Yaitu, tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY, dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Senin (1/2).

Sponsored
Berita Lainnya