sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Nama calon menteri sudah masuk kantong Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan soal pembentukan Kabinet Kerja Jilid 2 untuk periode 2019-2024 sudah mulai masuk nama-nama calonnya

Sukirno
Sukirno Senin, 29 Jul 2019 03:04 WIB
Nama calon menteri sudah masuk kantong Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan soal pembentukan Kabinet Kerja Jilid 2 untuk periode 2019-2024 sudah mulai masuk nama-nama calonnya.

"Pembentukan kabinet belum, tetapi sudah mulai masuk nama-nama calon itu, dan terus semakin banyak mengumpulkan pilihan-pilihan memilihnya akan menjadi semakin mudah," kata Jokowi di sela menikmati kuliner ayam goreng sambal blondo di warung makan Mbah Karto, Kabupaten, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (28/7).

Menurut Jokowi banyak nama-nama calon menteri dan semakin banyak alternatif akan lebih baik.

Jokowi mengatakan kabinet kerja periode mendatang akan banyak warna, tenaga muda-muda. Hal ini, perkembangan dinamis yang direspon secara cepat dan energik.

Menyinggung soal pembentukan Kabinet Kerja 2 apakah ada rencana perampingan, kata Jokowi, pihaknya belum sampai kesana.

Namun, menteri anak muda sudah pernah disampaikan berulang kali yang akan mewarnai di kabinetnya mendatang

Menurut dia, hal tersebut untuk menghadapi perkembangan dunia sangat dinamis, sehingga diperlukan energi yang ekstra untuk merespon permasalahan ke depan.

Jokowi yang pulang ke Solo pada liburan akhir pekan bersama keluarga, sebelumnya berkunjung ke Mal Paragon bersama cucunya Jan Ethes. Selain itu, Ibu Negara Iriana Jokowi bersama putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dan menantunya Selvi Ananda, pada Sabtu (27/7) malam.

Sponsored

Jokowi bersama keluarganya juga ke Sukoharjo untuk menikmati kuliner ayam goreng sambal blondo di Rumah Makan Mbah Karto, di Jalan Jaksa Agung Raya Suprapto, Minggu. Bahkan, Jokowi bersama keluarga juga mampir ke Mal The Park Solo Baru Sukoharjo. Jokowi setelah liburan akhir pekan di Solo, dijadwalkan akan kembali ke Jakarta, Minggu petang.

NU sodorkan nama

Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan siap untuk mengajukan sejumlah nama kader guna mengisi kursi kabinet pada Pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang didapatnya, NU saat ini tengah menggodok nama-nama kandidat yang akan diusulkan kepada Joko Widodo dan Ma'ruf Amin untuk mengisi kursi kabinet mendatang.

"Yang saya dengar, nama-nama itu sedang digodok untuk posisi mana yang tepat. Soal mengusulkan boleh, karena kami ikut berjuang," kata Yaqut, usai menghadiri Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor XIV Provinsi Jawa Timur, di Kota Malang, Minggu (28/7).

Namun, lanjut Yaqut, kendati NU bisa mengusulkan nama-nama kandidat tersebut, keputusan akhir untuk mengisi kursi menteri pada kabinet baru tersebut, menjadi hak prerogatif Presiden Joko Widodo.

Menurut Yaqut, dalam mengusulkan nama-nama kandidat untuk mengisi kursi kabinet tersebut, bukan hanya dilakukan oleh pihaknya. Namun, partai koalisi pendukung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin juga bisa mengajukan nama kandidat tersebut.

"Tapi, sekali lagi, NU tidak dalam posisi mendesak, menekan dan lainnya. Akan tetapi, NU pasti akan mengusulkan nama-nama itu," ujar Yaqut.

Selama ini, lanjut Yaqut, NU selalu berjuang bersama dan memberikan dukungan penuh kepada Jokowi-Ma'ruf untuk memenangkan Pemilihan Presiden 2019. Diharapkan dalam mengisi kursi kabinet ke depan, Presiden bisa memilih orang-orang yang mumpuni pada bidang masing-masing.

Pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Joko Widodo Ma'ruf Amin memperoleh 55,5% suara atau mencapai 85.607.362 suara. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapatkan 68.650.239 suara atau 44,5%.

Untuk Provinsi Jawa Timur, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 16.231.668 suara, dan Probowo-Sandiaga mendapatkan 8.441.247 suara, atau terpaut 7,79 juta suara. (Ant)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Malam minggu di Solo, kami ke mal bersama Jan Ethes. Anda?

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on