logo alinea.id logo alinea.id

NasDem akan layangkan somasi pada Rizal Ramli

Rizal Ramli dianggap telah menyampaikan pernyataan yang tidak benar soal Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Selasa, 11 Sep 2018 17:03 WIB
NasDem akan layangkan somasi pada Rizal Ramli

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem akan mengajukan somasi terhadap mantan Menko Maritim Rizal Ramli, atas perkataannya dalam acara Indonesia Business Forum, yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi pada 6 September 2018 lalu. 

Menurut Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Syahrul Yasin Limpo, Rizal Ramli (RR) telah melontarkan fitnah terhadap Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Selain itu, Rizal juga dianggap telah merendahkan martabat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. 

"Pernyataan yang disampaikan oleh RR terhadap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh adalah fitnah keji, tidak berdasar, dan mengarah pada pembunuhan karakter seseorang," kata Syahrul dalam konferensi pers di DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (11/9). 

"Dalam pernyataan-pernyataan tersebut, saudara RR juga telah merendahkan martabat seorang Presiden Republik Indonesia, yakni Bapak Joko Widodo dengan menggambarkan sosok yang mudah ditekan oleh pihak Iain," sambungnya.

Pernyataan Rizal Ramli yang dimaksud, terkait ucapannya soal kebijakan impor yang dilakukan pemerintah. Rizal menyatakan mengisyaratkan bahwa Surya Paloh iktu bermain dalam mengatur impor yang dilakukan pemerintah. 

Syahrul menegaskan, Surya Paloh tidak pernah ikut campur dengan kebijakan impor yang dilakukan pemerintah. Sebab Surya tak memiliki bisnis terkait dengan impor beras, gula, garam seperti yang dikesankan oleh Rizal Ramli. 

Partai Nasdem, kata Syahrul, sama sekali tidak memiliki sangkut-paut, baik secara Iangsung maupun tidak Iangsung terhadap kebijakan impor yang dilakukan pemerintah. Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu meyakini, kebijakan impor yang diambil pemerintah, memiliki dasar dan alasan yang kuat berdasarkan data dan situasi pasar. 

Selain itu, penetapannya pun dilakukan atas kesepakatan lintas kementerian yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. 

Sponsored

Syahrul juga menjelaskan, NasDem tetap berkomitmen mendukung pemerintahan Jokowi-JK tanpa syarat, dengan tidak meminta jatah menteri atau pun proyek kepada pemerintah. 

"Sebagai partai pendukung pemerintah, Partai Nasdem memberikan dukungannya terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah," sebutnya. 

Dalam acara Indonesia Business Forum, Rizal Ramli menyebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebagai "dalang" dari kebijakan impor beras, gula, dan garam yang dilakukan pemerintah. 

Menururutnya, Presiden Joko Widodo tak berani menegur Enggar karena takut terhadap Surya Paloh. 

"Jadi biang keroknya sebetulnya saudara Enggar, cuma Presiden Jokowi enggak berani negor, takut sama Surya Paloh. Saya katakan Pak Jokowi panggil saya saja, biar saya yang tekan Surya Paloh, karena ini brengsek. Import naik tinggi sekali, petani itu dirugikan, petambak dirugikan dan akibatnya elektabilitas Pak Jokowi juga merosot digerogoti mereka ini, pada main dari komisi, dari import yang sedemekian besarnya," kata Rizal Ramli dalam acara tersebut.

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB