sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

NasDem dekati PKS, mau jadi oposisi?

Sikap tegas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai oposisi tanpa tergiur kursi menteri membuat Partai Nasional Demokrat (NasDem) kepincut.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 23 Okt 2019 05:06 WIB
NasDem dekati PKS, mau jadi oposisi?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Sikap tegas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai oposisi tanpa tergiur kursi menteri membuat Partai Nasional Demokrat (NasDem) kepincut.

Presiden PKS Sohibul Iman membocorkan rencana kunjungan Partai NasDem ke kantornya. Menurut dia, rencana kunjungan NasDem akan dilakukan pada pekan depan dengan tujuan silaturahmi lantaran Partai NasDem sangat mengapresiasi sikap tegas PKS menjadi oposisi.

Rencana Partai NasDem tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh saat momentum pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin. Saat itu, Paloh membisikkan langsung ke Sohibul akan rencananya tersebut.

"Kemarin waktu pelantikan Pak Jokowi, saya kebetulan duduknya di samping pak Surya Paloh. Kami ngobrol, Pak Surya Paloh menyampaikan kepada saya, dia menghormati apa yang menjadi pilihan politik PKS dan beliau menyatakan ingin membangun silaturahim," terangnya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (22/10).

Menurut Sohibul, rencananya Partai NasDem akan berkunjung membawa empat petinggi partainya, termasuk Paloh. Namun demikian, dia belum bisa membicarakan isi dari agenda pertemuan itu.

Lebih jauh, Sohibul menegaskan, PKS dalam hal ini tidak pernah melakukan komunikasi dengan Partai NasDem. Apalagi mengajak Partai NasDem untuk menjadi oposisi.

Oleh karenanya, ia memohon agar pertemuan antara PKS dan NasDem tidak dimaknai sebagai sebuah manuver politik berkelanjutan. Intinya, PKS dan Partai NasDem saling menghormati karena mereka memiliki visi yang sama, menghadirkan check and balances jika ada kebijakan pemerintah yang dirasa kurang baik.

"Kami menghormati pilihannya (Partai NasDem). Waktu itu juga saya candai, ini artinya 'abang (Paloh) mau nemenin PKS sebagai oposisi?' Dia bilang pokoknya kita sama-sama kritis katanya. 'Berarti mau di luar?'  Ya dia bilang ya abang di dalam katanya gitu tapi kritis," urainya.

Sponsored
Berita Lainnya