sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Capim KPK Nawawi sebut kinerja KPK biasa saja

Capim KPK Nawawi mengaku greget dengan kinerja pimpinan KPK yang dinilai tidak ada yang luar biasa.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 11 Sep 2019 12:06 WIB
Capim KPK Nawawi sebut kinerja KPK biasa saja

Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) Nawawi Pomolango yang berprofesi sebagai Hakim Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali menjelaskan alasannya ikut dalam pemilihan pimpinan KPK dalam fit and proper test dengan Komisi III DPR, Rabu (11/9).

Nawawi mengatakan, dirinya tertarik menjadi pimpinan KPK karena melihat kinerja pimpinan saat ini biasa-biasa saja. Ia menjawab pertanyaan anggota Komisi III dari Fraksi PPP, Arsul Sani terkait alasan kenapa dirinya berani melepaskan kariernya di kehakiman.

Nawawi merupakan capim KPK pertama yang diuji Komisi III hari ini, Rabu (11/9). Ia diuji kurang lebih selama 90 menit yang dimulai dengan menjelaskan makalah yang ditulisnya pada sesi awal fit and proper test.
 
"Ada rasa yang menggelitik, kalau saya pakai istilah, greget aja gitu Pak. Di lembaga yang serba luar biasa segala luar biasa, kewenangan dan dukungan publik luar biasa, cuma kinerjanya biasa saja, malah di luar kebiasaan," kata Nawawi di ruang sidang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta.

Nawawi adalah hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar. Sebelumnya, dia pernah menjadi hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat periode 2011-2013.

Selama menjadi hakim Tipikor, Nawawi pernah menangani perkara korupsi impor daging yang melibatkan politisi PKS, Ahmad Fathanah. Setelah dimutasi dari PN Samarinda, Nawawi kemudian kembali ke Jakarta dan menjadi hakim ketua di PN Jakarta Timur tahun 2016. 

Saat itulah ia ditunjuk untuk diperbantukan ke PN Tipikor, Jakpus. Nawawi juga menangani perkara suap impor gula yang melibatkan mantan Ketua DPD Irman Gusman dan kasus suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan yang melibatkan hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar.

Nawawi menyebut pengalaman selama menangani kasus korupsi menjadi alasannya untuk mencalonkan diri sebagai capim KPK.

"Motiviasi saya sebenarnya klasik Pak, saya ingin di garda terdepan di pemberantasan korupsi, mungkin karena latar belakang saya di PN Tipikor," katanya.

Sponsored

Dia mengatakan, jika terpilih sebagai salah satu pimpinan KPK, ia akan meningkatkan pencegahan korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UU KPK. Kata dia, amanat UU itu tak dilaksanakan KPK saat ini ditengah besarnya kewenangan dan dukungan publik.

"Saya sering gambarkan KPK dalam artikel yang saya tulis, KPK seperti di atas treadmill, dari kejauhan seperti berlari kencang tapi sebenarnya jalan di tempat, gak ada yang dibikinnya (KPK)," kata Nawawi.