sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ngotot interpelasi Anies, NasDem: PDIP-PSI sedang berhalusinasi

"Jadi, statement-statementnya tergambar seakan interpelasi hanyalah sekedar kepentingan pribadi untuk amankan jabatannya saja," ucap dia.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Rabu, 01 Sep 2021 20:36 WIB
Ngotot interpelasi Anies, NasDem: PDIP-PSI sedang berhalusinasi

Politikus Partai NasDem Bestari Barus menilai hak interpelasi terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan soal Formula E hanya lucu-lucuan saja.

Pangkalnya, setelah tujuh fraksi di DPRD DKI kompak menolak hak interpelasi, Bestari menilai, sikap PDIP dan PSI di Kebon Sirih semakin ngawur dan berhalusinasi. Misalnya, mereka sampaikan ada anggota fraksi yang membelot lantaran itu hak dewan. 

"Sampai detik ini tidak ada yang belot. Terus, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI klaim dilobi pejabat Pemprov DKI untuk batalkan interpelasi. Mana ada itu. Makanya, saya bilang PDIP dan PSI berhalusinasi," kata Bestari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/9),

Bestari menegaskan, keputusan tujuh partai menolak hak interpelasi terhadap Anies sudah pasti akan diikuti oleh seluruh anggota fraksinya. Sebab itu, merupakan fatsun politik.  

Akibatnya, PDIP dan PSI, kata dia, semakin galau lantaran terus menerus berhalusinasi membuat jiwanya tertekan. Bestari menduga, ngototnya dua fraksi itu karena ada tekanan yang bisa mengancam jabatannya. 

"Jadi, dari statement-statementnya tergambar seakan interpelasi hanyalah sekedar kepentingan pribadi untuk amankan jabatannya saja," ucap dia. "Kalau hanya sekedar membangun bangun opini, itu ilmu jaman dulu sudah tidak terpakai era sekarang," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP, Gembong Warsono, mengaku, tak mau menyerah meski tujuh fraksi penolak interpelasi sudah dikumpulkan Gubernur Anies Baswedan. Beberapa anggota fraksi yang sudah makan malam bersama Anies itu diyakini bakal membelot.

Gembong mengatakan interpelasi ini merupakan kewenangan anggota dewan. Karena itu yang diperlukan adalah meyakinkan tiap anggota fraksi lain.

Sponsored

"Ini kan soal hati nurani, panggilan hati nurani. Jadi panggilan orang yang paling dalam. Ini soal panggilan nurani, yakin haqqul yakin teman-teman 25 anggota dewan ini bisa mempengaruhi yang lain," ujar Gembong di Jakarta (31/8).

Berita Lainnya