logo alinea.id logo alinea.id

Oposisi diminta bersyukur Jokowi bangun infrastruktur

Partai Gerindra menyebut pencapaian Jokowi pada pekan ini, sebagai pencitraan.

Robi Ardianto | Ayu mumpuni Sabtu, 22 Des 2018 18:53 WIB
Oposisi diminta bersyukur Jokowi bangun infrastruktur

Pekan ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara mengejutkan berhasil menambah porsi kepemilikan PT Freeport menjadi 51%. Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah meresmikan jalan Tol Trans Jawa, atas pencapaian tersebut Partai Gerindra justru menilai semuanya sebagai bagian dari pencitraan. 

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menyebut semuanya sebagai pencitraan. Kata Riza Jokowi sekedar meresmikan jalan tol yang sebenarnya belum tuntas pembangunannya.

"Meresmikan jalan tol itu harusnya selesai seluruhnya. Sudah banyak jalan tol proyek pemerintah selesai sebagian diresmikan," tukas Riza pada Sabtu (22/12).

Riza berpendapat, semua itu sekedar ingin meraih simpatik dari masyarakat. Bahkan menuding apa yang dilakukan Jokowi sebagai pelanggaran kampanye. Alasannya, motif dan waktu peresmian tersebut saat waktu kampanye.

Riza mengingatkan kalau jalur Tol Trans Jawa merupakan peningglan dari masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan Jokowi hanya meneruskan dan menjadikannya sebagai keberhasilan pembangunan pemerintahannya.

Peleburan Badan Pengusahaan (BP Batam) pun dianggapnya sebagai kebohongan publik lain. Ia menuding ada kebutuhan politik dalam keputusan peleburan BP Batam.

Terakhir, soal Freeport. Ia berpandangan, kontrak Freeport yang habis tahun 2021 adalah kebijakan dari pemerintah selanjutnya, bukan lagi Jokowi. Riza menduga kalau pembayaran Freeport menggunakan global bond yang artinya menambah utang asing. 

Menanggapi hal tersebut, Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Ace Hasn Syadzily meminta agar oposisi mengakui keberhasilan Jokowi membangun tol Trans Jawa. Ace, menyebut oposisi menyampaikan hal yang tidak berdasar pada fakta dan data yang menjadi rujukannya. 

Sponsored

"Seharusnya oposisi bersyukur era Jokowi dapat terhubung karena pembangunan jalan tol dalam waktu yang singkat. Hanya 4 tahun,” kata politisi Golkar tersebut. 

Sebagai informasi, panjang jalan tol trans Jawa dari Merak hingga Banyuwangi mencapai 1.150 kilometer. Jarak dari Merak hingga Pasuruan sepanjang 933 kilometer. 

Pembangunan 933 kilometer itu dibangun sejak 1978 hingga akhir tahun 2018. Sebagai gambaran, 242 kilometer dibangun pada periode 1978-2004, kemudian pada 2005-2014 dibangun 75 kilometer. Sepanjang 616 kilometer, dibangun pada periode 2015-2018. 

Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memperkirakan ruas Pasuruan-Banyuwangi sepanjang 217 kilometer akan tuntas dibangun pada tahun 2021.