sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PAN gabung koalisi pemerintah, Gerindra singgung reshuffle

Dasco ogah berandai-andai soal reshuffle kebinet, Gerindra menyerahkan kepada Presiden Jokowi.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 26 Agst 2021 17:09 WIB
PAN gabung koalisi pemerintah, Gerindra singgung reshuffle

Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra menyambut baik bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Masuknya partai berlambang matahari putih itu ditandai dengan kehadiran Ketua Umum mereka Zulkifli Hasan dan Sekjen, Eddy Soeparno dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan sejumlah ketua umum parpol Rabu (25/8) sore.

"Terkait pernyataan dua rekan sekjen dari partai politik koalisi pemerintah yang menyatakan sudah diterima atau masuk kedalam koalisi, ya menurut saya dan menurut kami itu adalah hak dari Presiden maupun dari partai politik itu sendiri. Bertambahnya kekuatan koalisi pemerintah kami sambut baik," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (26/8).

Dasco  berharap, masuknya PAN ke dalam parpol koalisi bisa membantu pemerintah untuk lebih keras meningkatkan ekonomi nasional di tengah wabah pandemi Covid-19. Kendati begitu, Dasco enggan berkomentar banyak apakah Zulkifli Hasan masuk ke kabinet Jokowi. Kata Dasco, reshuffle atau perombakan kabinet merupakan hak prerogatif presiden.

"Kalau bicara soal reshuffle itu kan saya sudah berulang-ulang bahwa itu hak prerogatif Presiden. Kami tidak mau mengandai-ngandai, semua kita serahkan kepada Presiden," ujar Dasco.

Merespons bergabungnya PAN dengan parpol koalisi pendukung pemerintah itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, pertemuan Zulhas dan petinggi parpol dengan Jokowi merupakan bentuk penyambutan Istana terhadap PAN yang bergabung ke pemerintah.

Pangi menduga, ada imbalan politik di balik masuknya PAN ke kubu pemerintah. "Dengan bonus nanti kursi menteri," ujar Pangi saat dihubungi Alinea.id, Kamis (26/8).

Pangi menilai bergabungnya PAN ke kubu koalisi pemerintah tak lepas dari faktor kekuasaan. Tentu saja, kata Pangi, tujuannya untuk jabatan menteri atau tali pengaman (safety). "Bisa bergabung ke koalisi pemerintah hanya membantu pemerintah, soliditas di masa sulit," kata Pangi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan kehadiran Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ikut dalam pertemuan pimpinan partai politik dengan Presiden Jokowi di Istana bukan untuk membahas kabinet. Kata Viva, kehadiran Zulhas menegaskan posisi PAN sebagai partai pendukung pemerintah.

Sponsored

"Iya tadi ketua umum PAN, Bang Zulkifli Hasan didampingi Sekjen (Sekretaris Jenderal PAN) Mas Eddy Soeparno hadir di Istana bertemu dengan partai koalisi bersama Presiden Jokowi," kata Viva Yoga saat dihubungi Alinea.id, Rabu (25/8) malam.

"PAN sejak kepemimpinan Ketum Bang Zul telah menegaskan sebagai partai politik pendukung pemerintah, ikut sebagai partai koalisi," sambungnya.

Viva Yoga menegaskan bahwa pertemuan di Istana tidak berbicara soal kabinet. Alasannya, itu merupakan kewenangan dan hak prerogatif Presiden.

Menurut dia, partainya mendukung penanganan pemerintah soal pemberantasan pandemi Covid 19, terutama soal kebijakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), protokol kesehatan (prokes), dan mempercepat program vaksinasi untuk dapat menciptakan herd immunity.

Berita Lainnya