sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PAN ingin ada di jalur oposisi agar tak jadi ‘batu nisan’ di 2024

Diklaim, kader PAN yang ada di 20 provinsi menginginkan berada di jalur oposisi.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 02 Agst 2019 20:16 WIB
PAN ingin ada di jalur oposisi agar tak jadi ‘batu nisan’ di 2024

Senior Instruktur Perkaderan DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Icu Zukafril, mengatakan partainya ingin berada di jalur oposisi agar tak jadi ‘batu nisan’ atau ditinggalkan para pendukungnya di pemilihan umum atau Pemilu 2024. Menurutnya, tak ada jalan lain bagi PAN selain menjadi oposisi.

“PAN malah akan kehilangan simpati jika malah bergabung ke KIK (Koalisi Indonesia Kerja). Jadi, apa yang kami lakukan untuk berkontribusi supaya PAN tidak menjadi batu nisan di 2024,” kata Icu dalam sebuah diskusi di Jakarta pada Jumat, (2/8).

Icu mengklaim pilihan menjadi oposisi tak hanya datang dari dirinya atau Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. Melainkan dari kader-kader PAN yang ada di daerah-daerah. Mereka mendesak agar PAN berperan sebagai oposisi. 

“Ini kadernya dari absensi ada dari Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sumatera Barat dan  Riau. Jadi, lebih dari 20 provinsi hadir untuk memberikan dukungan,” ujarnya.

Tak hanya di 20 provinsi, kata Icu, para kader PAN yang ia temui di daerah lain saat konsolidasi juga mendukung partai untuk memilih jalur oposisi. Mereka menyatakan tak ingin PAN bergabung ke dalam KIK. Langkah ini dipilih karena menyangkut prinsip politik yang telah dipegang para kader sejak kontestasi Pilpres 2019 lalu.

"Memang oposisi, saya keliling diundang memberi pembekalan, ada namanya latihan kader amanat madya di beberapa daerah itu denyut-denyut nadi, mereka itu memang oposisi. Mereka sudah tidak mampu menegakkan kepala kalau tidak oposisi," katanya.

Meski demikian, ia tak menampik jika ada sebagian kader PAN yang lain menginginkan bergabung pada koalisi Jokowi. Mereka yang menginginkan demikian disebut Icu ingin cari aman. “Kalau PAN sepertinya tak mungkin, kalau PAN secara institusional kayaknya enggak. Kalau orang-orangnya mungkin karena nyari selamat dan itu biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Icu mengatakan, bakal membawa aspirasi para kader di daerah yang ingin PAN oposisi ke rekernas nanti, untuk kemudian ditindaklanjuti saat kongres.

Sponsored

Sementara Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Chusnul Mariyah, mengatakan ada baiknya PAN menjadi oposisi. Sebab, PAN tak memiliki bargaining untuk bergabung ke pemerintahan karena tak memiliki andil dalam pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Anda sekarang bukan di partai yang bukan pengusung ya, sudah gak njilat-njilat. Lagi pula oposisi itu juga mulia," ujar Chusnul.

Chusnul pun menyarankan lebih baik PAN fokus mensolidkan instrumen partai untuk menghadapi Pilkada 2020. "Lebih baik kuatkan partai anda paling tidak untuk Oktober nanti sudah memasuki proses pilkada," kata Chusnul.