sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PAN kubu Zulhas klaim kantongi SK Kemenkumham

Pelantikan pengurus baru DPP PAN digelar 25 Maret.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Senin, 09 Mar 2020 13:57 WIB
PAN kubu Zulhas klaim kantongi SK Kemenkumham
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

PolitikusĀ Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengklaim Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait kepengurusan DPP PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan sudah turun.

Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan pelantikan kepengurusan baru DPP PAN dalam waktu dekat. Rencannya 25 Maret 2020 mendatang.

"Pelantikan tanggal 25 Maret (bulan ini), SK sudah turun dari Kumham," kata Yandri usai menggelar rapat dengar pendapat bersama masyarakat di kantor DPW PAN Banten, Kota Serang, Senin, (9/3).

Ditanya soal komunikasi dengan kubu Amien Rais, Ketua Komisi VIII DPR itu enggan merespons. "Sudah, jangan kubu-kubuan lagi. Yang jelas SK Kumham sudah keluar," ujarnya.

Sebelumnya, Amien meminta pemerintah tidak mengesahkan hasil Kongres V PAN melalui unggahan video berdurasi 07:40 di akun instagram resminya, @amienrsisofficial. Meski kemudian dihapus.

Dalam video itu, Amien meminta kepada pemerintah agar yang memiliki wewenang untuk tidak mengesahkan terlebih dahulu hasil keputusan kongres.

"Jadi karena itu, saya minta pemerintah yang berwenang jangan dulu mengesahkan hasil Kongres Nasional PAN yang demikian gawat. Maaf, memalukan," papar Amien dalam video yang diunggahnya Rabu (26/2) itu.

Alasannya, jelas Amien, lantaran kemenangan Ketua Umum terpilih PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) berbau kecurangan. DPP di bawah Zulhas, jelang kongres tersebut diklaim Amien telah melakukan banyak pelanggaran pasal-pasal AD/ART partai.

Sponsored

Zulhas terpilih kembali sebagai "nahkoda" PAN dalam melalui Kongres ke V di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kongres sempat diwarnai aksi lempar kursi antara pendukung Zulhas dengan massa Mulfachri.

Berita Lainnya