sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Partai Demokrat: Tidak etis bahas Pilpres pada masa sulit

Klaim Partai Demokrat yang fokus bantu masyarakat hadapi kesulitan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Sabtu, 29 Mei 2021 13:30 WIB
Partai Demokrat: Tidak etis bahas Pilpres pada masa sulit

Partai Demokrat menganggap, pembahasan mengenai pencalonan presiden dan wakil presiden pada 2024 tidak etis. Hal itu didasari dari situasi masyarakat kini msih dalam kondisi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Di tengah situasi negara yang dilanda krisis kesehatan dan ekonomi saat ini, dengan meningkatnya jumlah rakyat miskin dan pengangguran di mana-mana secara drastis, kok, para politisi malah sibuk berkasak-kusuk membahas Pilpres 2024? Tidak etis," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangan resminya, Sabtu (29/5).

Menurutnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pun menginstruksikan seluruh kadernya untuk tetap fokus membantu masyarakat dengan berbagi.

Dia menyebutkan, Partai Demokrat telah memberikan bantuan hingga Rp250 miliar. Partai berlogo bintang mercy juga membantu rakyat dalam peningkatan ekonomi dan akses pendidikan baik melalui intensifikasi lapangan kerja dengan gerakan nasional bina UMKM maupun gerakan nasional WiFi gratis untuk pendidikan.

Sponsored

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, pemilihan presiden (pilpres) masih sangat jauh. Terlebih, dalam waktu tiga tahun ke depan, Partai Demokrat menyadari masih akan ada perubahan yang terjadi dalam dinamika politik.

"Jadi, konsentrasi Demokrat tidak di Pilpres 2024 atau kawin koalisi parpol dulu, 'Belanda masih jauh', tetapi bagaimana berkoalisi dengan rakyat untuk membantu kesulitan rakyat selama pandemi ini," ucapnya.

Herzaky pun menyayangkan sikap partai penguasa yang hanya memikirkan kepentingan politik. Pasalnya, pemerintah kini masih berusaha memenuhi janji-janji kepada masyarakat yang seharusnya didukung seluruh partai politik.

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB
Berita Lainnya