sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Partai Gelora targetkan rekrut 10 juta pemilih hingga 2023

Partai Gelora Indonesia tengah memasuki tahapan pengembangan struktur organisasi.

Hermansah
Hermansah Senin, 20 Jul 2020 09:05 WIB
Partai Gelora targetkan rekrut 10 juta pemilih hingga 2023
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menargetkan merekrut 10 juta pemilih hingga 2023. Untuk itu, Partai Gelora akan menuntaskan pengembangan organisasi dari tingkat daerah (DPD) dan cabang (DPC) pada Desember 2020.

"Kami akan melakukan rekrutmen anggota secara masif dan terbuka hingga April 2023 dan mencatatkan 10 juta anggota di tingkat provinsi, kabupaten/kota," kata Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfudz Siddiq, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/7).

Setelah mendapatkan pengesahan pada 2 Mei 2020,  menurut Mahfudz, Partai Gelora Indonesia tengah memasuki tahapan pengembangan struktur organisasi, yakni memenuhi struktur dari tingkat provinsi (DPW), daerah (DPD) hingga kecamatan (DPC).

"Sekarang kami memiliki 30 pengurus DPD, 2836 tingkat DPC dan 130 kantor perwakilan luar negeri. Tersisa sekitar 40%. Kami tuntaskan hingga Desember 2020, sehingga pengurus di tingkat semua eksis terbentuk," katanya. 

Mahfudz berharap seluruh DPW bisa memaksimalkan waktu selama tiga tahun ke depan sebelum pelaksanaan Pemilu 2024 untuk merekrut 10 juta anggota, serta menuntaskan kepengurusan di tingkat kecamatan.

"Target ini tidak sederhana dan berat, tetapi banyak hal berat sudah kita lalui. Dan dengan kesungguhan, kerjasama dan tentu saja ditambah doa. Dua target ini bisa tercapai dan akan mempengaruhi semakin tingginya penerimaan terhadap Partai Gelora," katanya. 

Partai Gelora Indonesia akan memaksimalkan tiga hal, yakni awareness, knowledge dan terbangunnya product preference.

"Partai Gelora menerima banyak politisi yang berdatangan dalam dua bulan terakhir. Mereka punya ‘rumah’ (partai) yang dijalani, terikat dengan partai tersebut dan bukanlah partai ecek-ecek. Tetapi karena merasa ada preference, merasa cocok mereka pun bergabung," ungkapnya. 

Sponsored
Berita Lainnya