sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PDIP dan Gerindra kompak dukung ganti mobil dinas

Efendi Simbolon dari PDIP dan Fadli Zon dari Gerindra kompak mendukung penggantian mobil dinas menteri.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 22 Agst 2019 20:54 WIB
PDIP dan Gerindra kompak dukung ganti mobil dinas

Efendi Simbolon dari PDIP dan Fadli Zon dari Gerindra kompak mendukung penggantian mobil dinas menteri.

Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon mengatakan penggantian mobil dinas untuk para menteri dengan anggaran Rp147 miliar sudah semestinya dilakukan. 

Dia beralasan, sebuah mobil memang memiliki maksimal usia pemakaian. Sehingga, penggantian mobil dinas itu dinilai hal wajar dan mendesak untuk diganti. 

"Urgent lah. Itu sesuatu yang rutin lah ya, lima tahun kan dianggap sudah cukup penyusutaannya kemudian dijual," tuturnya di kompleks DPR Senayan, Jakarta, Kamis (22/8). 

Sebaliknya, politikus PKS Hidayat Nur Wahid memandang, sebaiknya anggaran sebesar Rp147 miliar digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Menurut Hidayat, apabila anggaran tersebut dialihkan untuk kesejahteraan rakyat, akan selaras dengan rencana Presiden Joko Widodo dalam upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Hidayat pun meminta agar masyarakat, utamanya anggota DPR, mengkritisi rencana penggantian mobil dinas menteri itu. 

Menanggapi hal itu, Effendi menilai tidak bisa dilihat secara ekonomi mikro saja. Sehingga, penggunaan anggaran negara harus dilihat secara makro. 

"Cara pandang pengelolaan anggaran tidak selalu begitu. Memang pantas itu. Ya, seperti pesawat sekarang yang dipakai Pak Presiden, kan dahulu zaman Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), ternyata kan sangat bermanfaat sekarang," kata Effendi. 

Sponsored

Fadli Zon setuju

Setali tiga uang, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon memandang penggantian mobil dinas untuk para menteri memang sudah seharusnya dilakukan. 

Akan tetapi, dia pun membandingkan penggantian mobil dinas menteri dengan pertemuan tahunan berskala internasional IMF-World Bank yang berlangsung di Bali pada 2018.

"Bulan Oktober tahun lalu, itu hampir Rp1 triliun untuk seminar doang, untuk pertemuan World Bank. Ini Rp147 miliar masih mending ada mobilnya. Yang dulu sisanya apa itu? Hasilnya apaan tuh yang IMF-World Bank yang hampir Rp1 triliun tahun lalu?" kata Fadli Zon. 

Pemerintah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp152,54 miliar dari APBN untuk pengadaan mobil dinas baru para menteri. Ada 41 peserta yang ikut dalam proses lelang. Setelah dilakukan seleksi, PT Astra International Tbk. (ASII) keluar sebagai pemenang lelang dengan nilai Rp147,23 miliar. 

Mengenai penggantian mobil menteri, Fadli memandang, memang diperlukan. Alasannya, karena usia mobil menteri yang ada saat ini sudah lebih dari 9-10 tahun dan waktunya untuk diganti. 

"Ya kalau pertimbangannya sebagai mobil yang dipakai sekarang ini sudah terlalu lama dan mungkin maintenance-nya justru memakan biaya, saya kira itu pasti ada pertimbangan-pertimbangannya lah," tuturnya. 

Sekali lagi, menurut Fadli anggaran sebesar kurang lebih Rp147,23 miliar tersebut terbilang wajar, dibandingkan dengan pertemuan IMF-World Bank yang telah menghabiskan dana Rp1 triliun, tapi tidak membuahkan hasil. 

"Ya maksud saya (wajar), karena masih ada barangnya, masih kelihatan. Dan mungkin masih bisa dipakai 5 sampai 10 tahun yang akan datang. Tapi kalau yang boros itu ya seperti waktu World Bank meeting itu, yang di Bali, bulan Oktober 2018. Itu baru menurut saya pemborosan. Masa pertemuan begitu saja hampir Rp1 triliun," kata Fadli.