sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PDIP dan NasDem Jakarta tolak usul bansos berupa uang tunai

Pada tahap pertama, bansos berupa sembako serta sabun batang dan masker.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Jumat, 08 Mei 2020 18:12 WIB
PDIP dan NasDem Jakarta tolak usul bansos berupa uang tunai
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 29521
Dirawat 18308
Meninggal 1770
Sembuh 9443

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta menolak usul bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat berubah. Dari bahan pokok menjadi uang tunai.

"Sudah tepat dengan bantuan sembako, bukan BLT (bantuan langsung tunai) ataupun uang tunai," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Jakarta, Gembong Warsono, Jumat (8/5).

Dirinya beralasan, pendistribusian sembako bertujuan menjaga ketahanan pangan. Sehingga, masyarakat memiliki persediaan makanan saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Kalau BLT atau uang, bisa disalah fungsi."

Senada. Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Jakarta, Abdul Azis Muslim, juga menginginkan pemprov tetap mendistribusikan bansos berupa sembako. 

"Kalau uang tunai, itu datangnya enggak full. Malah ada potongan," ucapnya saat dihubungi Alinea.id, terpisah.

Dirinya pun meminta pemprov memperbaiki data, sehingga terdistribusi dengan baik. "Kasihan saudara kita itu banyak yang belum dapat," ucapnya.

Pertimbangan lain, menjaga gizi masyarakat di tengah pandemi. "Yang jelas, kami mau bansos itu juga bisa memenuhinya kebutuhan pangan," tutupnya.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Jakarta, Mujiyono, sebelumnya mengusulkan pemerintah provinsi (pemprov) mengubah bentuk bansos menjadi BLT. Kilahnya, banyak kendala pada penyaluran fase I, salah satunya karena persediaan barang terbatas.

Sponsored

Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jakarta, Irmansyah, mengaku, belum bisa memastikan bentuk bansos pada tahap kedua. Namun, takkan berupa uang tunai.

Berita Lainnya