logo alinea.id logo alinea.id

Empat partai diminta tak berharap jatah menteri

Masyarakat membutuhkan saluran untuk menyampaikan aspirasinya lewat oposisi.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Selasa, 16 Jul 2019 16:07 WIB
Empat partai diminta tak berharap jatah menteri

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) menyarankan agar empat partai yang mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon presiden dan calon wakil presiden tetap menjadi oposisi. Ini untuk mengakomodasi keinginan masyarakat. 

Ketua DPP PDI-Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan, empat partai pengusung Prabowo-Sandi lebih baik di luar pemerintahan alias menjadi oposisi. Andreas mengingatkan agar keempat partai tidak perlu berharap jatah kursi menteri pada pemerintahan Joko Widodo. 

Andreas menilai masyarakat membutuhkan saluran untuk menyampaikan aspirasi lewat oposisi. Jadi, kata dia, sebaiknya empat partai tersebut tetap memilih untuk oposisi. 

Hal ini berkaca pada hasil dari pemilihan presiden (pilpres) dengan hasil 45% tidak memilih Joko Widodo sebagai calon presiden. Maka, kata dia, jumlah tersebut perlu diakomodasi oleh oposisi yang berada di parlemen.  

"Saya menyarankan seperti itu dengan apa yang disampaikan Prabowo saat bertemu Pak Jokowi bahwa kami akan melakukan prinsip-prinsip konstruktif terhadap pemerintah. Itu sinyal Gerindra ingin berada di luar pemerintah," kata Andreas di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa(16/7).

Andreas menilai dengan adanya posisi sebagai penyeimbang, maka aspirasi yang tidak memilih Jokowi dapat tersalurkan. Toh posisi sebagai oposisi tidak kalah mulianya di pemerintahan. 

"Partai yang tidak berada di dalam pemerintahan juga tidak akan bubar kalau tatap konsisten bersama dengan rakyat. Lima tahun berikutnya bisa jadi kita bersama lagi," ucap Andreas. 

Hal ini merujuk dengan apa yang dialami PDIP selama pemerintahan SBY selama 10 tahun. PDIP, kata Andreas tetap bisa bertahan dan solid meski berada di posisi oposisi.

Sponsored

"10 tahun perjuangan menjadi partai di luar pemerintahan, rakyat tetap menghormati PDI Perjuangan dan akhirnya terbukti rakyat kembali memilih PDI Perjuangan," kata Andreas.