logo alinea.id logo alinea.id

Pembakaran bendera tauhid tak gerus elektabilitas Jokowi-Maruf

Terjadinya aksi pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh sejumlah oknum Banser diprediksi tak menggerus elektabilitas Jokowi-Maruf.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 25 Okt 2018 02:10 WIB
Pembakaran bendera tauhid tak gerus elektabilitas Jokowi-Maruf

Terjadinya aksi pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh sejumlah oknum Banser diprediksi tak menggerus elektabilitas Jokowi-Maruf.

Aksi pembakaran bendera yang diduga identitas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu terjadi saat perayaan Hari Santri di Garut, Jawa Barat pada (22/10). 

Kejadian itu membuat sejumlah pihak khawatir dapat meluas hingga ke ranah politik. Sebab, mengingat eskalasi politik kian meningkat seiring dengan semakin dekatnya Pemilihan Presiden 2019.

Ya, perlu diketahui memang suara umat Islam pada Pilpres kali ini sangat kentara sekali perbedaan dukungannya. Masing-masing kubu, baik Jokowi-Maruf dan Prabawo-Sandi sama-sama memiliki basis pendukung umat muslim.

Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah dengan terjadinya insiden pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh Banser NU ini dapat menggerus suara Jokowi-Maruf?

Menjawab pertanyaan tersebut, Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama Masloman mengatakan, kejadian pembakaran bendera tauhid di Garut kemarin tak akan menurunkan citra Jokowi-Maruf terhadap publik. Sebab, menurutnya oknum yang melakukan perbuatan tersebut tak memiliki kaitan langsung terhadap pasangan Jokowi-Maruf.

"Ya memang benar kalau Jokowi-Maruf di dukung oleh Nahdlatul Ulama, dan dimana NU itu ada organisasi sayap yang namanya Banser yang kemarin melakukan pembakaran, tapi saya pikir hal ini efeknya tak akan langsung ke pasangan calon (Jokowi-Maruf), karena oknum itu tak berkaitan langsung dengan pasangan calon," paparnya kepada Alinea.id.

Ikrama juga menambahkan, dengan sikap pemerintah yang cenderung mengecam tindakan tersebut, membuat pemerintah dipandang berdiri di tengah dan tak berpihak atas kejadian tersebut.

Sponsored

"Beda hal kalau pasangan calonnya justru melindungi, dengan adanya klarifikasi dan respons cepat pemerintah yang juga ikut mengecam hal itu ya membuat sikap pemerintah terlihat di situ," sambungnya.

Namun, menurut Ikrama perkara ini juga tak bisa dianggap remeh dalam kaca mata politik. Sebab, disinyalir kasus pembakaran bendera tauhid tersebut ditunggangi oleh pihak yang sengaja ingin memainkan perkara agama untuk kepentingan politik semata.

"Ada dugaan kasus pembakaran bendera ini ada aktor intelektualnya, yang sengaja ingin memantik hal ini," pungkasnya.

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Rabu, 17 Jul 2019 20:50 WIB
Jalan sunyi seorang perias jenazah

Jalan sunyi seorang perias jenazah

Selasa, 16 Jul 2019 18:23 WIB