sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Survei SMRC: Pemilih cenderung memilih parpol nasionalis ketimbang agama

Pemilih Indonesia memberikan penilaian seberapa berorientasi politik kebangsaan atau politik Islam partai-partai politik.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 21 Apr 2022 16:49 WIB
Survei SMRC: Pemilih cenderung memilih parpol nasionalis ketimbang agama

Hasil survei opini publik lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan, pemilih pada Pemilu 2024 umumnya memiliki orientasi politik kebangsaan atau nasionalis, bukan politik Islam. Dalam survei yang sama, terungkap bahwa pemilih lebih cenderung memilih parpol nasionalis ketimbang berhaluan agama.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani menjelaskan, dalam skala 0-10, di mana makin mendekati 0 makin berorientasi politik kebangsaan, dan 10 makin berorientasi politik Islam, pemilih Indonesia memberikan skor pada diri mereka 4,62. Ini menandakan bahwa warga secara umum berorientasi politik kebangsaan. 

"Secara nasional, pemilih Indonesia, dalam spektrum Islam dan nasionalis, cenderung ke nasionalis," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (21/4).

Pada survei ini, pemilih Indonesia juga memberikan penilaian seberapa berorientasi politik kebangsaan atau politik Islam partai-partai politik. Menurut pemilih, yang paling berorientasi kebangsaan adalah PDIP, dan yang paling berorientasi politik Islam adalah PKS. "Partai-partai lain ada di antara keduanya," ucap Saiful. 

Sementara, partai politik yang dinilai cenderung lebih Islam adalah PKS, PPP, dan PKB. Sementara yang nasionalis adalah PDIP, Golkar, Nasdem, Demokrat, Gerindra. Sementara PAN cenderung di tengah. 

"Masyarakat punya cukup pengetahuan yang akurat tentang partai-partai ini," ujar dia.

Menurut Saiful, kecenderungan identifikasi ideologi diri pemilih ini menjelaskan mengapa partai-partai politik yang berorientasi kebangsaan dominan dalam politik elektoral Indonesia: PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, dan Demokrat. Sementara PKS dan PPP yang dinilai paling Islam serta PKB dan PAN yang berbasis organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam cenderung tidak mendapat dukungan pemilih mayoritas.

Survei SMRC digelar pada 13 - 20 Maret 2022 kepada 1.220 responden yang dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling terhadap keseluruhan populasi atau warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, yakni mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. 

Sponsored

Response rate atau responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1.027 atau 84%. Sebanyak 1.027 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar kurang lebih 3,12% pada tingkat kepercayaan 95% .

Berita Lainnya