logo alinea.id logo alinea.id

Pendukung Jokowi gelar syukuran kemenangan

Setelah pemilu, tidak perlu ada lagi Indonesia 01 atau Indonesia 02. Kita semua satu, bangsa Indonesia

Eka Setiyaningsih Robertus Rony Setiawan
Eka Setiyaningsih | Robertus Rony Setiawan Minggu, 21 Apr 2019 22:30 WIB
Pendukung Jokowi gelar syukuran kemenangan

Direktorat Tim Kampanye Nasional Millennial dan Relawan Milennial KitaSatu menggelar acara Syukuran Kemenangan Pilpres 2019 bertajuk “Panggung Gemb1ra Menyongsong Indonesia Maju” di The Pallas, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (21/4).

Acara dihadiri sekitar 1.000 orang. Sebagian besar warga pemilih dan pendukung Jokowi-Amin mengenakan pakaian berwarna putih yang dilengkapi simbol dan pernak-pernik bertanda 01.

Hadir dalam acara ini, Direktur TKN Milennial Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum TKN Erick Thohir. Bahlil Lahadalia mengatakan, keunggulan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dari hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan lembaga survei kredibel patut disyukuri. Meski demikian, pihaknya menyadari, hasil penghitungan riil yang dilakukan oleh KPU mesti dinantikan pula.

Acara yang dikemas menjadi panggung hiburan bagi masyarakat ini menghadirkan sejumlah musisi, di antaranya disc jockey G-Neral, kelompok rapper Jokowi Motion, dan Saykoji. Panggung ini dimeriahkan pula oleh Marcell, Irfan (vokalis grup band Govinda), dan grup Lalahuta.

Dalam hentakan musik tekno yang dimainkan oleh DJ G-Neral, undangan yang hadir turut bergoyang. Terlebih mereka pun serempak bernyanyi dalam lagu “Goyang Jempol, Jokowi Gaspol” ciptaan Marzuki Mohammad (Kill The DJ).

Bagi rapper Saykoji, selebrasi kemenangan Jokowi-Amin dalam pilpres 2019 merupakan hal wajar. Ke depan, dia menantikan pula hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum. Apapun dan siapapun presiden dan wakil presiden terpilih berikutnya, keamanan dan kerukunan sesama warga negara Indonesia harus dijunjung.

“Setelah pemilu, tidak perlu ada lagi Indonesia 01 atau Indonesia 02. Kita semua satu, bangsa Indonesia,” ucap Saykoji.

Menandai rasa syukur atas kemenangan Jokowi-Amin, dalam acara ini dilakukan pemotongan tumpeng oleh Erick Thohir. Pada momen ini, tampak sejumlah calon legislatif dan relawan pendukung Jokowi-Amin, seperti Kirana Larasati dan koordinator relawan Milenial KitaSatu, M Pradana. Secara simbolis, Erick Thohir juga memberikan potongan tumpeng kepada M Pradana.

Sponsored

Di tempat terpisah, Mantan Staf Menteri Energi Sumber Daya Manusia Said Didu dan mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menduga terjadi pelanggaran pada pelaksanaan Pemilu 2019.

"Ada laporan dari media-media, emak-emak, dan lain-lain yang tidak terkoordinir, dengan adanya kelompok ini maka ada pihak yang mengkoordinir supaya ada suara rakyat, bukan suara BPN," ujar Said dalam diskusi Selamatkan Demokrasi dari Pemilu Curang di Kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (21/4).

Said Didu menyinggung soal dugaan 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) tidak valid. Laporan tersebut telah disampaikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kenapa sudah terstruktur, mulai dari perencanaan, DPT tidak selesaikan 17 juta lebih. Sampai terlibat secara nyata gubernur, bupati, lurah, camat, dan RW, RT secara nyata dan itu bagaikan penonton sudah teriak semua, wasit tidak mau semprit peluit," ucap Said Didu, yang merupakan anggota dari BPN Prabowo-Sandiaga.

Sementara Bambang Widjojanto menduga Pemilu 2019 tidak sesuai dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luber, jurdil).