sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pilkada 2020, Ombudsman: Peran perempuan masih lemah

Perempuan hanya dijadikan pemanis kampanye saat pilkada.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Minggu, 28 Jun 2020 14:06 WIB
Pilkada 2020, Ombudsman: Peran perempuan masih lemah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 78572
Dirawat 37226
Meninggal 3710
Sembuh 37636

Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu menerangkan bahwa peran perempuan dalam konstestasi Pilkada 2020 masih sangat lemah. Keadaannya tidak akan jauh berbeda dengan pilkada-pilkada sebelumnya.

Menurut Ninik, keterwakilan perempuan masih akan cenderung fluktuatif, lantaran budaya patriarki masih sangat kuat terlihat dalam politik di Tanah Air.

"Budaya patriarki  menjadikan perempuan menjadi subordinasi, termarjinalkan dalam politik," kata Ninik dalam sebuah diskusi daring bertajuk "Perempuan, Pilkada 2020, dan Hoaks", Minggu (28/6).

Menurut Ninik, keterwakilan perempuan di panggung politik masih menjadi formalitas belaka, belum begitu terafirmasi. Kelompok perempuan lebih banyak hanya dijadikan alat politik.

Sponsored

Banyak partai politik yang melihat kelompok perempuan untuk objek kampanye saja. Sebagai contoh dalam program sembako murah, gerakan emak-emak dan sebagainya.

Sejatinya, jelas dia, hal ini menjadi bukti bahwa politik di Tanah Air masih memarjinalkan kelompok perempuan. Paradigma bahwa perempuaan menjadi kaum lemah dan hanya digunakan sebagai pelengkap masih dominan dalam konteks politik.

"Perempuan hanya dipakai partai hanya sebagai pemanis kampanye, sehingga dapat dipahami, bahwa perempuan sebagai pelaku politik maupun sebagai konstituen masih dipandang sebelah mata," pungkasnya.

Berita Lainnya