sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pilkada di tengah pandemi, DPR: Kita tak bisa dikalahkan keadaan

Keputusan pilkada digelar 9 Desember 2020 bukan hal mudah

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 29 Mei 2020 15:57 WIB
Pilkada di tengah pandemi, DPR: Kita tak bisa dikalahkan keadaan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 75699
Dirawat 36455
Meninggal 3607
Sembuh 35638

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepakat tetap melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada Desember 2020 mendatang. 

Kesepakatan ini tetap diambil meskipun banyak pihak yang mendorong agar pilkada diundur pelaksanaannya di tahun 2021 lantaran situasi pandemi yang masih krisis.

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia mengatakan, keputusan menetapkan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang bukanlah hal yang mudah.

Namun, sambung dia, hal tersebut sudah diambil melewati pertimbangan yang sudah terukur, salah satunya ketidakpastian hilangnya coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

"Dalam situasi yang serba tidak pasti menghadapi pandemi Covid-19 seperti saat ini, kita tidak bisa berlama-lama larut dan dikalahkan oleh keadaan. Yang pasti adalah bahwa dunia hampir satu suara bahwa virus ini tidak dapat ditaklukkan dalam waktu dekat ini," ujar Doli lewat keterangan tertulisnya, Jumat (29/5).

Selain itu, lanjut dia, dalam melaksanakan pilkada semua penanggung jawab, dalam hal ini KPU dan Kemendagri telah memiliki indikator dan skema-skema pelaksanaannya. Oleh sebab itu, tidak ada alasan lagi untuk memundurkan pelaksanaan pilkada.

Dalam situasi yang serba tidak pasti ini, menurut Doli, yang paling mungkin untuk dilakukan adalah mengambil sikap atau keputusan yang dalam waktu terukur menjadi sebuah kepastian. Pasalnya, hidup manusia harus terus berjalan. 

"Pandemi ini tidak bisa lagi dilihat dari satu perspektif kesehatan saja. Pandemi ini telah memberikan dampak kepada dimensi kehidupan yang lain, sosial, ekonomi, budaya, bahkan politik. Oleh karena itu seluruh agenda dari setiap dimensi itu harus terus tetap berlangsung," ujar politikus Golkar itu.

Sponsored

Dikatakan Doli, masyarakat tidak perlu khawatir akan pelaksanaan pilkada karena pastinya semua akan mengikuti protokol kesehatan secara ketat dan tetap menjaga kualitas demokrasi.

"Tinggal kembali kepada kita semua, bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dengan situasi yang memang mungkin benar-benar baru buat kita, dengan disiplin yang tinggi terhadap protokol kesehatan dan komitmen kita untuk selalu merawat pertumbuhan demokrasi kita," sambung Doli.

Lebih jauh, Doli berharap penggiat demokrasi, dan pemerhati pemilu bersama-sama masyarakat untuk menjalankan kehidupan demokrasi ini dengan pendekatan baru melalui Pilkada Serentak di 9 Desember 2020 secara baik. 

Dia berharap pilkada ini dijadikan sebagai percontohan untuk kontestasi politik di tengah pandemi ke depan.

Berita Lainnya