sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pilpres 2024, Golkar diyakini utamakan usung kader

"Nama-nama yang lain yang dikaitkan dengan Golkar, saya kira, itu bagian dari dinamika yang lumrah dalam konteks politik elektoral."

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 22 Jan 2022 22:59 WIB
Pilpres 2024, Golkar diyakini utamakan usung kader

Peneliti Indonesia Politics Research Consultant (IPRC), Nanang Suryana, menilai, wacana Partai Golkar mengusung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 adalah hal wajar. Alasannya, bagian dari dinamika politik.

"Adapun nama-nama yang lain yang dikaitkan dengan Partai Golkar, saya kira, itu bagian dari dinamika yang lumrah dalam konteks politik elektoral. Terlebih, beberapa nama yang masuk radar survei masih ada yang belum tergabung dengan partai politik," ujarnya kepada Alinea.id, Sabtu (22/1).

Anies diketahui kerap menghadiri agenda Partai Golkar. Pada hari ini, dia bahkan menjadi saksi pernikahan anak Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Nurdin Halid, di Sulawesi Selatan.

Sekretaris DPD Partai Golkar Jakarta, Basri Baco, bahkan sempat mewacanakan duet Airlangga Hartarto-Anies pada Pilpres 2024. Airlangga adalah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Menurut Ketua DPP Partai Golkar, Firman Soebagjo, wacana tersebut sah-sah saja. Namun, dia memastikan penentuannya bakal dilakukan sesuai mekanisme yang diterapkan di partai.

Di sisi lain, Nanang berkeyakinan, Partai Golkar diyakini takkan mengulang sejarah sebelumnya soal calon presiden (capres). Kali ini, partai berlogo beringin dipastikan berkomitmen mengusung Airlangga. 

"Saya berpadangangan, partai-partai pasti akan tetap memprioritaskan kadernya untuk maju dalam banyak kontestasi politik, termasuk pilpres di dalamnya," jelasnya.

Dirinya menerangkan, dalam konteks politik kepartaian yang lebih luas, kalkulasi elektoral tidak hanya dapat dilihat dari palagan politik pilpres semata. Ada juga pileg yang sejatinya harus menjadi atensi partai lantaran menyangkut raihan kekuasaan di DPR. 

Sponsored

"Dan yang lebih prinsip, dengan menjadikan kader internal sebagai calon, hal ini menjadi bagian penting dalam konteks pelembagaan partai politik, di mana dimensi kandidasi dan kaderisasi menjadi poin penting," bebernya.

Oleh karena itu, Nanang menilai, Golkar akan berpegang pada keputusan organisasi dalam mengusung nama untuk Pilpres 2024. Apalagi, temuan survei masih memperlihatkan angka yang belum signifikan.

Golkar pun diyakininya memiliki mekanisme dalam mengevaluasi pencalonan Airlangga, yang elektabilitasnya belum menjanjikan sampai saat ini. Alasannya, memiliki mesin partai yang teruji dalam setiap hajat politik.

"Tentu sebagai partai dengan mesin politik yang sudah teruji pada banyak pemilu (pemilihan umum), hal tersebut sudah menjadi bagian dari pertimbangan dan arah strategi di internal Golkar," tuntas Nanang.

Berita Lainnya