sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pilpres 2024, mengapa Prabowo belum bermanuver?

Prabowo hingga kini belum menunjukkan aktivitas politik jelang Pilpres 2024. Dia cenderung disibukkan dengan aktivitasnya sebagai Menhan.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Senin, 21 Jun 2021 21:38 WIB
Pilpres 2024, mengapa Prabowo belum bermanuver?

Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sampai kini belum terlihat melakukan manuver politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres), padahal elektabilitas tinggi. Dia cenderung bising dari ingar bingar kontestasi.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai, Prabowo cenderung fokus dengan tanggung jawabnya sebagai menteri pertahanan (menhan) dalam dua tahun terakhir. Dengan demikian, tidak tergoda membicarakan pencapresan 2024,

"Totalitasnya bekerja sebagai menteri bukan untuk kepentingan politik elektoral meski hampir semua survei memenangkan Prabowo. Dalam banyak hal fokus dan totalitas kerja Prabowo ini bikin tenang karena kekhawatiran akan munculnya 'matahari kembar' tak pernah terjadi," ujarnya saat dihubungi alinea.id, Senin (21/6).

Selain itu, menurut Adi, Prabowo bersikap demikian lantaran mafhum pilpres masih jauh. Karenanya, dia pun memilih tidak kasak-kusuk dan agresif berlebihan.

Apalagi, akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengingatkan, bekal eks Danjen Kopassus itu sudah cukup untuk kembali tanding pada 2024.

"Posisinya sebagai Ketum Gerindra dan elektabilitas tertinggi tentunya bikin Prabowo cool saja menatap jalan panjang pencapresan. Sementara calon yang lain belum tentu punya kedua bekal itu," paparnya.

Adi menambahkan, popularitas Prabowo nyaris mentok sekitar 96%. Ini menunjukkan sosoknya telah dikenal masyarakat.

"Tanpa bermanuver pun publik sudah paham, bahwa Prabowo adalah capres potensial di 2024 yang saat ini elektabilitasnya teratas versi survei," ucapnya.

Sponsored

Dirinya pun menyarankan Prabowo tetap fokus bekerja sebagai menhan lantaran bakal meningkatkan tingkat keterpilihannya. "Terutama semua sektor pertahanan kita yang dalam banyak hal perlu dibenahi," tandas Adi.

Nama Prabowo masuk papan atas sebagai bakal kandidat Pilpres 2024 dalam berbagai survei. Arus Survei Indonesia (ASI) yang dirilis 8 Juni lalu, misalnya, menyebutkan elektabilitas putra ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo itu tertinggi dengan 12,5%.

Pun demikian dengan riset LSI Denny JA yang dirilis 17 Juni, di mana Prabowo meraup 23,5% dan selisih 8% dengan pesaing terdekatnya, Ganjar Pranowo. Adapun versi Parameter Politik Indonesia yang dipublikasikan 5 Juni, mantan Pangkostrad ini berada di puncak dengan elektabilitas 22,3%.

Berita Lainnya