sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PKB pertimbangkan beri bantuan hukum pada Bupati Sidoarjo

Dugaan praktik lancung kepala daerah tersebut terkait dengan proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Sidoarjo.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 08 Jan 2020 10:14 WIB
PKB pertimbangkan beri bantuan hukum pada Bupati Sidoarjo

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mempertimbangkan memberi bantuan hukum kepada Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, setelah yang bersangkutan terjaring operasi tangkap tangan atau OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (7/1) malam.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB bidang Komunikasi dan Informasi, Ahmad Iman Syukri saat dikonfirmasi dari Jakarta pada Selasa (7/1) malam. Saiful Ilah merupakan kader PKB. Ia adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sidoarjo. “Ya, dia ketua DPC,” kata Iman Syukri. 

Ahmad mengakui, pihaknya kaget atas penangkapan Saiful Ilah oleh KPK. Namun demikian, pihaknya tetap menghormati proses hukum terhadap Saiful. Hingga kini DPP PKB masih mempertimbangkan adanya pemberian bantuan hukum kepada Saiful.

“Apakah akan memberikan bantuan hukum atau tidak? Semuanya belum diputuskan. Saat ini dalam proses berunding sembari menunggu informasi detailnya,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan seorang kepala daerah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (7/1) malam.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut dugaan praktik lancung kepala daerah tersebut terkait dengan proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Sidoarjo. Dia enggan menjelaskan detail peran pejabat daerah dan para pihak lainnya yang juga diamankan dan diduga terlibat.

“Besok kita jelaskan para pihak yang terlibat dalam proyek pengadaan barang dan jasa di kabupaten tersebut," kata Firli. 

Firli menyebut, ada belasan orang yang diamankan di Mapolda Jatim. Belasan orang tersebut langsung menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur setelah terjaring OTT. "Saat ini KPK kerja sama dengan Polda Jatim. Untuk pemeriksaan awal dilaksanakan di Polda Jatim," tutur Firli.

Sponsored

Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, mengaku tidak tahu kasus yang membuat dirinya terjaring OTT KPK. "Saya sendiri tidak tahu kok (ditangkap karena apa)," kata Saiful Ilah usai diperiksa di Mapolda Jawa Timur di Surabaya, Rabu (8/1) dini hari.

Bupati Sidoarjo dua periode itu keluar dari ruangan Subdit III Tipikor Polda Jatim sekitar pukul 04.30 WIB dengan memakai jas menuju bus. Ia juga tidak banyak berkomentar saat wartawan bertanya tentang kasus yang membuatnya ditangkap komisi antirasuah itu. "Halo halo, ada apa? Tidak ada apa-apa," kata Saiful.

Selain Saiful Ilah, dalam OTT tersebut turut diamankan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo, Arie Suryono, dua ajudan bupati, seorang kontraktor sebuah proyek yang melibatkan Pemkab Sidoarjo dan dua orang wanita yang belum diketahui identitasnya.

Kegiatan operasi tangkap tangan kali ini merupakan yang pertama kali pascapelantikan pimpinan KPK jilid V dan Dewan Pengawas KPK oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Desember 2019.

Selain itu, OTT ini juga yang pertama setelah diberlakukannya UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi per 17 Oktober 2019.

Berita Lainnya