sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PKS: Jangan sampai sekolah jadi klaster baru Covid-19

Jumlah anak usia sekolah yang positif Covid-19 cukup besar

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Jumat, 29 Mei 2020 14:01 WIB
PKS: Jangan sampai sekolah jadi klaster baru Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 74018
Dirawat 35764
Meninggal 3535
Sembuh 34719

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta mendukung Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk membuka proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah setelah aman dari wabah pandemi Covid-19.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin mengatakan, jumlah anak usia sekolah yang positif Covid-19 cukup besar.

“Ini harus jadi perhatian bersama, mereka adalah generasi penerus bangsa ini, jangan sampai angkanya bertambah semakin banyak, khususnya di Jakarta,” ujar Arifin di Jakarta, Jumat (29/5).

Arifin lantas membeberkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI Bidang Pendidikan bahwa terdapat lebih dari 800 anak di Indonesia terpapar Covid-19.

Bahkan, 129 anak meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, dan 14 anak meninggal dengan status terkonfirmasi positif Covid-19.

Arifin meyakini bahwa Pemprov DKI dan pemerintah pusat akan mempertimbangkan kebijakan dibukanya aktivitas kegiatan sekolah di tengah Covid-19 secara matang.

"Saya yakin pemprov dan pemerintah pusat tidak gegabah dan sembrono dalam menentukan pembukaan sekolah di masa pandemik," katanya.

Lebih jauh Arifin menuturkan, anak-anak sekolah khususnya PAUD, TK dan SD juga agak sulit untuk dikontrol misalnya untuk melakukan physical distancing.

Sponsored

Anak-anak tersebut, sambung dia, terbiasa bersentuhan secara fisik, berangkulan dalam bermain, apalagi lama tidak ketemu relatif lebih sulit untuk diimbau.

“Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di ibu kota. Kalaupun harus dibuka proses KBM di sekolah, harus dengan protokol kesehatan yang sangat ketat," pungkasnya.

Berita Lainnya