sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rapat Paripurna DPR, PKS minta anggota satu suara batalkan RUU HIP

PKS minta DPR dengarkan rakyat soal RUU HIP.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 18 Jun 2020 16:36 WIB
Rapat Paripurna DPR, PKS minta anggota satu suara batalkan RUU HIP
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 63749
Dirawat 30834
Meninggal 3171
Sembuh 29105

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi mengusulkan kepada pimpinan DPR RI untuk segera membatalkan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).  Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna (Rapur) DPR RI Masa Persidangan IV 2019-2020.

Menurut Aboe, bergulirnya RUU HIP telah mendapat reaksi yang sangat luas. Bahkan, lanjut dia, bukan sekadar perdebatan, publik dan kelompok masyarakat sudah menyuarakan penolakan dengan lantang.

"Lembaga legislatif harus sensitif terhadap aspirasi publik, alangkah lebih baik jika kita batalkan saja rancangan undang-undang ini. Kita sampaikan kepada publik bahwa RUU ini akan di-drop. Tentu ini akan buat masyarakat tenang adem nyaman dan aman," ujar Aboe dalam Rapur di Komplek DPR Senayan, Jakarta, Kamis (18/6).

Aboe menegaskan, sebagai anggota DPR RI, aspirasi tersebut harus didengar dengan baik dan direspons secara bijak. Jangan sampai publik melihat anggota dewan tidak mewakili suara rakyat.

Untuk itu, ia meminta seluruh anggota DPR RI sepakat untuk membatalkan RUU HIP. Bukan hanya publik umum, sudah banyak lembaga dan ormas juga menolak RUU HIP. Bahkan pemerintah juga telah menolak untuk membahasnya.

"Apakah jadinya kita jika kita tidak mendengarkan, tidak mendengarkan masukan-masukan publik ini? Jika masyarakat mayoritas sudah melakukan penolakan, jika MUI menolak, jika NU menolak, jika Muhammadiyah menolak, Persis menolak, lembaga-lembaga pemuda juga beberapa menolak, veteran beteran TNI pun menolak, artinya suara publik ini sudah muncul semuanya. Lantas kita mau apa lagi?" terang Anggota Komisi III itu.

Aboe lantas mengajak seluruh anggota dewan fokus pada masalah yang tengah dihadapi oleh masyarakat secara luas.

Dikatakan Aboe, masyarakat saat ini sedang menghadapi persoalan serius, yaitu pandemi Covid-19. Banyak yang menjerit lantaran terdampak, seperti PHK dan sebagainya.

Sponsored

"Belum lagi mereka yang tiba-tiba tagihan listrik melonjak naik, pegel tuh dengarnya mereka lihatnya. Mereka juga butuh perhatian kita. Kita haris fokus memikirkan bagaimana menangani pandemi ini Ketua," sambungnya.

DPR RI, lanjut Aboe, harusnya fokus memikirkan penanganan dampak Covid-19. Bagi dia, opsi membatalkan akan mengurangi gejolak dan tentu akan berdampak baik pada imunitas masyarakat kita dalam menghadapi Covid-19.

Diketahui, DPR menggelar Rapur ke-17 Masa Persidangan IV 2019-2020. Agendanya adalah Tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN TA 2021.

Rapur dimulai pada pukul 14.00 WIB. Dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Turut hadir pula mendampingi Puan, Wakil Ketua DPR RI Azis Syansudim, Rachmat Gobel, dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Berita Lainnya