sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PKS minta tes cepat Covid-19 untuk Anggota DPR dan keluarga dibatalkan

Rakyat terdampak lebih membutuhkan tes cepat Covid-19.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Senin, 23 Mar 2020 18:35 WIB
PKS minta tes cepat Covid-19 untuk Anggota DPR dan keluarga dibatalkan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Sebanyak 575 anggota DPR RI akan melakukan tes cepat atau rapid test Covid-19 di Kompleks DPR di Kalibata, Jakarta dan Ulujami, Tangerang Selatan pada Kamis (26/3) mendatang, sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini meminta Sekjen DPR membatalkan rencana tes cepat Covid-19 tersebut.

PKS menilai hal itu tidak elok dilakukan saat ini, ketika tenaga medis dan rakyat lebih membutuhkan tes tersebut.

"Kami menerima informasi tersebut dan Fraksi PKS menyatakan sikap meminta Sekjen DPR membatalkan atau setidaknya diprioritaskan hanya untuk anggota yang terindikasi sakit dalam pemeriksaan awal dan yang punya gejala sakit," kata Jazuli dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/3).

Kita, sambung Jazuli, menyaksikan sendiri tenaga medis dan rakyat terdampak lebih membutuhkan. Fraksi PKS, jelas dia, selama beberapa hari mencanangkan gerakan berbagi masker dan disinfektan gratis ke tempat-tempat ibadah dan rumah sakit atau klinik.

"Dan aspirasi mereka agar diprioritaskan kebutuhan mereka atas alat pelindung diri (APD) dan seluruh instrumen pemeriksaan COVID-19," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta tidak ada perbedaan perlakuan antara Anggota DPR dan kelurganya dengan masyarakat pada umumnya dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurutnya protokol kesehatan tentu diberlakukan di Komplek DPR seperti di Kantor maupun Rumah Dinas, tapi untuk tes Covid-19 cukup diprioritaskan kepada anggota yang memang terindikasi sakit.

Sponsored

"Anggota dan keluarga yang mengalami gejala sakit tentu harus istirahat dan mengkarantina diri di rumah atau berkonsultasi dengan dokter atau rumah sakit," urainya.

Anggota Komisi I DPR RI itu menilai di saat kondisi seperti sekarang, setiap anggota DPR harus mengutamakan rakyat, harus hadir bersama rakyat, dan memprioritaskan kebutuhan tenaga medis dan mereka yang terpapar langsung dalam menangani Covid-19.

"Jika ada indikasi atau gejala sakit anggota DPR dan keluarganya bisa berkonsultasi pada dokter dan merujuk rumah sakit secara mandiri sebagaimana masyarakat umumnya," pungkasnya.

Sebelumnya Sekjen DPR RI, Indra Iskandar mengatakan sebanyak 575 anggota DPR RI akan melakukan tes cepat.

"Kami masih menunggu alatnya, besok (Selasa, 24/3) baru sampai di DPR. Karena itu diperkirakan rapid test dilakukan sekitar Kamis (26/3) atau Jumat (27/3)," kata Indra.

Seluruh anggota DPR akan melaksanakan tes cepat tersebut, dan diprioritaskan kepada yang berisiko tinggi, yaitu berusia di atas 50 tahun.

Semua anggota DPR, lanjut Indra, ingin memastikan dirinya dan keluarganya terbebas dan tidak terpapar dari COVID-19.

"Kan semua ingin tahu dengan sekarang episentrumnya bukan lagi di masyarakat, dimana-mana pusat-pusat pemerintahan juga terkena dan mereka juga ingin memastikan," pungkasnya.

Berita Lainnya