sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Politikus PKS nilai Jokowi kurang tegas soal imbauan kerja dari rumah

Imbauan work from home harus dibarengi dengan penutupan pusat keramaian.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Selasa, 17 Mar 2020 19:14 WIB
Politikus PKS nilai Jokowi kurang tegas soal imbauan kerja dari rumah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Untuk mencegah penyebaran pandemi coronavirus atau COVID-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat menerapkan work from home (WFH ) atau bekerja dari rumah.

Namun demikian, hingga kini imbauan tersebut nampaknya tidak digubris masyarakat secara menyeluruh. Masih banyak orang-orang hilir mudik di luar rumah.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati menilai pemerintah kurang tegas dalam mengeluarkan imbauan tersebut.  

"Sebaiknya ada ketegasan dari pemerintah untuk work from home dan learn from home (LFH). Misalnya dibarengi dengan tutup pusat keramaian dan berlakukan protokolnya," kata Kurniasih kepada Alinea.id, Selasa (17/3).

Politikus PKS ini mengatakan, pemerintah perlu memikirkan tindakan untuk benar-benar melarang masyarakat ke luar dari rumah hingga batas yang tekah ditentukan. Jika tidak, semuanya akan sia-sia seperti sekarang. Masyarakat masih berpeluang melakukan interaksi.

Selain itu, dibutuhkan juga peran pemerintah daerah menghadapi situasi seperti saat ini. Dikatakan Kurniasih, pemerintah pusat tidak mungkin bisa mengerjakan sendirian. Oleh karenanya, ia mendorog agar ada kesatuan visi dari pemerintah pusat dan daerah, hingga ke level lokal seperti kelurahan.

"Misalnya membangun kesadaran masyarakat. Ada pengawasan lokal libatkan kelurahan dan RW dan RT untuk melakukan sosialisasi WFH atau LFH," urainya.

Lebih lanjut, Kurniasih juga mendorong agar pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan terpadu untuk masing-masing kondisi daerah. Misalnya di berbagai titik pemerintah sudah mulai harus dilakukan lockdown.

Sponsored

"Pemerintah pusat harus leading. Karenanya harus segera keluarkan kebijakan terpadu yang customize untuk masing-masing kondisi daerah. Misal untuk daerah Episentrum di Jakarta, diberlakukan lockdown parsial. Kemudian, untuk daerah bebas covid, tutup tamu dari daerah covid dan seterusnya," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi penyebaran COVID-19. Guna meminimalisir penyebaran, Jokowi juga meminta masyarakat melakukan aktivitas di rumah. 

"Kepada seluruh rakyat Indonesia saya harap tenang, tetap produktif agar penyebaran Covid-19 ini bisa kita hambat dan kita stop. Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," ucap Jokowi.

Berita Lainnya