sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PKS tegaskan tetap menjadi oposisi

PKS menghormati sikap politik pihak lain, dan semoga pihak lain pun menghormati sikap politik PKS.

Soraya Novika Fadli Mubarok
Soraya Novika | Fadli Mubarok Selasa, 22 Okt 2019 13:44 WIB
PKS tegaskan tetap menjadi oposisi

Presiden Partai Keadilan Sosial (PKS) Mohamad Sohibul Iman menegaskan partainya tetap menjadi partai oposisi.

"Menyikapi situasi politik akhir-akhir ini, seluruh fungsionaris DPP, Fraksi DPR, Fraksi MPR, dan seluruh kader agar tetap fokus mensosialisasikan sikap politik PKS, yaitu tetap berada di luar pemerintahan," ujar Sohibul Iman dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Selasa (22/10).

Seluruh kader juga diminta untuk tetap menghormati sikap politik partai politik lainnya yang sempat bergabung dengan PKS sebagai partai oposisi.

"Kami mengimbau kepada seluruh anggota keluarga besar PKS, agar tidak tergoda atau terjebak mengomentari langkah-langkah politik pihak lain. PKS menghormati sikap politik pihak lain, dan semoga pihak lain pun menghormati sikap politik PKS. Hal tersebut sebagai cermin kedewasaan dalam hidup berdemokrasi," tuturnya.

Sohibul juga mengimbau pihaknya agar tetap bersikap objektif, argumentatif dan rendah hati.

"Sampaikan sikap kita ini secara tegas dan jelas namun tidak dengan konotasi arogan apalagi seolah menantang untuk beroposisi sendirian. Sampaikanlah dengan objektif, argumentatif namun tetap rendah hati," ucapnya.

Sohibul mengakui pilihan partainya tersebut bukan pilihan yang ideal namun penting bagi menjadi marwah demokrasi. PKS merasa bertanggung jawab untuk menjaga marwah demokrasi yang sudah menjadi pilihan jalan politik PKS dan juga bangsa ini, dengan memilih tetap di luar pemerintahan.

Seperti diketahui, Partai Gerindra hampir dipastikan bergabung dengan koalisi pemerintah untuk lima tahun ke depan. Sinyal bergabungnya partai berlogo kepala garuda tersebut semakin kuat setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo menyambangi Istana Negara, kemarin.

Sponsored

Prabowo dan Edhy kemungkinan mengisi pos menteri dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Prabowo dikabarkan mengisi posisi Menteri Pertahanan, sedangkan Edhy pada Menteri Pertanian.

"Semoga Allah SWT meridai segala niat, amal baik kita, dan semoga Allah SWT terus menjaga bangsa ini tetap utuh dalam bingkai NKRI. Aamiin," tutupnya.

Sebelumnya, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan fungsi penyeimbang di parlemen harus tetap terjaga. Selain itu, perlu ada kebangkitan masyarakat (civil society) yang memposisikan diri sebagai oposisi bagi pemerintah.

PKS bersama Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat dan Partai Berkarya mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilu Presiden 2019. Setelah Gerindra, yang kemungkinan akan diikuti Demokrat dan PAN, bergabung ke Koalisi Indonesia Kerja, PKS tinggal sendirian sebagai oposisi.

 

Berita Lainnya