logo alinea.id logo alinea.id

PPP buka pintu satu partai oposisi gabung koalisi Jokowi

Partai mana yang berpeluang bergabung dengan koalisi Jokowi?

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 04 Jul 2019 15:30 WIB
PPP buka pintu satu partai oposisi gabung koalisi Jokowi

PPP hanya bersedia membuka pintu bagi satu partai oposisi untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Kerja. Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menilai, itu merupakan pilihan ideal untuk menghindari prahara politik tanpa menyampingkan fungsi pengawasan di parlemen.

"PPP posisinya kalaupun mau nambah, menurut hemat PPP ya satu saja.  Kalau pun nambah,  tapi kalau enggak usah nambah ya PPP menghormati lah," kata Arsul di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7).

Menurutnya, terlalu banyak partai oposisi yang bergabung ke koalisi pemerintah akan berdampak kurang baik bagi jalannya pemerintahan. Minimnya partai oposisi, akan membuat proses check and balance sangat lemah.

Ia pun mengurai peta kekuatan kubu pemerintah dan oposisi saat ini di DPR. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara Pileg 2019 di KPU RI, terdapat lima partai koalisi Jokowi yang memenuhi parliamentary threshold. PDIP, Golkar, PKB, NasDem, dan PPP meraup total suara 54,9%. Mereka akan menguasai 59,83% kursi di DPR RI.

Adapun partai pendukung Prabowo-Sandi, Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat, meraih total 35,39% suara Pileg 2019. Jika tak terpecah, mereka akan memiliki 40,17% kursi di DPR. 

"Kan posisi sekarang kalau lihat di pemerintahan itu kan ada di 60,7% lah ya. Kemudian koalisi Pak Prabowo itu kan sekitar 39,3%. Kalau nambah satu sudah di atas 70%, bahkan mungkin mendekati 75%. Kalau nambahnya banyak, nanti kan tidak ada yang melakukan fungsi check and balance dong di parlemen.  Kan tidak bagus juga untuk demokrasi kita," kata Arsul.

Namun demikian, dia enggan menyebut partai mana yang dinilai cocok untuk bergabung ke barisan pemerintah. Arsul berdalih hal itu harus mempertimbangkan komposisi kabinet yang dibentuk Jokowi-Ma'ruf.

"Ya istikhroh dulu nanti PPP ya, atau kita lihat warnanya yang belum ada warna apa," katanya.

Sponsored

Arsul menekankan, hingga saat ini belum ada satu pun partai oposisi yang memiliki peluang lebih besar untuk bergabung dengan pemerintah. Menurutnya, peluang tersebut baru akan terbuka setelah pertemuan Jokowi dengan para ketua umum partai koalisi.

"Kan yang namanya urusan kabinet itu kan sampai oktober nanti. Waktunya jadi cukup panjang, dan tentu yang paling penting adalah pertemuan antara Presiden terpilih dengan para ketua umum partai, yang tentu meskipun belum dijadwalkan, tapi saya yakini di bulan juli ini lah kita akan melaksanakannya.  Nah nanti di situlah akan dibahas apakah koalisi ini perlu nambah atau tidak," katanya.