sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PPP minta parpol lain tak campuri pilihan politik PAN

PPP tidak mau mengintervensi bila PAN gabung koalisi pemerintah.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 06 Mar 2020 16:08 WIB
PPP minta parpol lain tak campuri pilihan politik PAN
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, Arsul Sani memaknai positif pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jumat (6/3) pagi.

Politikus PPP ini menilai pertemuan tersebut sebagai silaturahmi kebangsaan, dan menganggap komunikasi biasa.

"Pak Zul ke Istana kan memang selama ini silaturahmi denga Pak Jokowi juga bagus. Kenapa harus dipersoalkan?" kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3) siang.

Arsul enggan menjawab munculnya asumsi bahwa ada keinginan PAN menjadi bagian koalisi pemerintah dari pertemuan tersebut. Soal hasil pertemuan, kata Asrul, hanyalah Zulhas dan Jokowi yang tahu.

Dikatakan Arsul, PPP maupun parpol koalisi pemerintah tidak boleh ikut campur karena sepenuhnya urusan partai berlambang matahari tersebut.

"PPP atau partai lain kan tidak boleh ikut campur soal itu. Karena soal koalisi itu sepenuhnya urusannya sebuah partai yang mau berkoalisi dengan Pak Jokowi. Gitu loh," ujar dia.

Dia mengaku PPP tidak mau mengintervensi jika kemudian PAN bergabung dalam koalisi. Bahkan, sekalipun PAN atau partai yang baru masuk koalisi mendapatkan jatah menteri jika ada reshuffle sekalipun, PPP tidak ingin intervensi.

"Kenapa memang? Ini enggak masalah. Kan tidak ada yang dilanggar, ya nggak masalah. Cuma satu saja, apa itu sehat atau tidak untuk kehidupan demokrasi kita? Pertanyaannya kan cuma itu," urainya.

Sponsored

Menurutnya, tidak ada larangan secara hukum atau dan politik kalau PAN ingin bergabung dengan koalisi. Lebih baik, kata dia, hak ini tidak usah ditanggapi secara heboh.

"Pak Zul ke sana (Istana Merdeka) aja sudah geger. Orang Pak Zul sudah kangen sama Pak Jokowi," sambungnya.

Kabar PAN bakal bergabung ke pemerintah memang sempat mencuat di media sosial, menyusul kemenangan Zulhas dalam Kongres V PAN di Kendari, setelah mengalahkan Mulfachri Harahap, yang didukung Amien Rais.

Pasca terpilih sebagai Ketum PAN, Zulhas memberi isyarat partai berlambang matahari itu akan bergabung pemerintah, tak ingin beroposisi seperti PKS.

“Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu temann kita partai itu akan sangat merugikan kita. Oleh karena itu, kita mesti menentukan positioning kita kemudian. Dengan siapa kita mesti berteman," ujar Zulhas.

Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kamis, 03 Des 2020 16:21 WIB
Berita Lainnya

Fanatisme Bisa Merusak Kemajemukan

Sabtu, 05 Des 2020 04:13 WIB

Begini penampakan vivo X60 Pro

Jumat, 04 Des 2020 16:43 WIB