close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Plt. Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono. Dokumentasi PPP
icon caption
Plt. Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono. Dokumentasi PPP
Politik
Kamis, 01 Desember 2022 00:38

PPP soal capres KIB: Kita harus mendengar dari semua pihak

Nama Ganjar turut dibahas sebagai capres dalam pertemuan KIB, Rabu (30/11) malam. Namun, memprioritaskan Airlangga Hartarto.
swipe

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memastikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) belum memutuskan calon presiden (capres) 2024 yang diusung. Munculnya nama Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, hanya sebagai salah satu opsi dan prioritas, bukan keputusan final.

Plt Ketua Umum DPP PPP, M. Mardiono, melanjutkan, nama Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, turut disinggung dalam pertemuan tertutup para pimpinan partai politik (parpol) Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Jakarta, Rabu (30/11) malam. Namun, belum juga diputuskan.

"Ya, [Ganjar] kita bahas, tentu kita bawa. Jadi, semua isi yang mengemuka di masing-masing partai politik itu kita bawa," ungkapnya usai pertemuan KIB.

"Tetapi, memang belum jadi kesimpulan [pertemuan] tadi. Tetapi, sudah mendekati, sudah mengerucut," imbuh anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini.

Nama-nama capres yang sesuai dengan kriteria pemimpin ala Presiden Joko Widodo (Jokowi), beruban dan dahi berkerut, juga dibahas.

Lebih jauh, Mardiono menjelaskan, KIB bakal melibatkan berbagai pihak dalam menentukan pasangan capres-calon wakil presiden (cawapres). KIB juga merujuk berbagai sumber sebagai referensi atau pertimbangan dalam memilih jagoan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Parpol ini sebagai candradimuka, kita harus mendengar dari semua pihak, bukan hanya dari tadi (parpol anggota KIB, red), yang Istana [juga]," katanya. "Juga dari tokoh-tokoh bangsa kita, dari tokoh-tokoh masyarakat kita."

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, sebelumnya menyampaikan, dalam pertemuan tadi, KIB bersepakat memprioritaskan Airlangga sebagai capres 2024. Alasannya, Golkar menjadi pemenang pemilu kedua pada 2019.

"Prioritas, ya, tentu Golkar sebagai pemenang pemilu nomor dua. Pak Airlangga prioritas, ya. Pantas, layak pemenang pemilu nomor dua untuk jadi capres," papar Zulhas, sapaannya.

"Berikutnya, tentu Ketua Umum PAN, berikutnya, Ketua Umum PPP. Jadi, diutamakan dari internal KIB. Tentu nanti ada juga yang bergabung kita harapkan. Mungkin nanti punya kandidat juga," lanjutnya.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan