sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Prabowo diyakini keok jika maju Pilpres 2024

Salah satu faktornya, sentimen publik terhadapnya tidak lebih baik selain kekalahan berturut-turut pada Pilpres 2014 dan 2019.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 29 Des 2020 17:54 WIB
Prabowo diyakini keok jika maju Pilpres 2024
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Peluang Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menjadi presiden pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diprediksi semakin kecil lantaran elektabilitasnya terus merosot. Demikian hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis hari ini (Selasa, 29/12).

"Hanya sekitar 50% pemilih Gerindra pada Pileg (Pemilihan Legislatif) 2019 yang akan memilih Prabowo seandainya pilpres dilakukan sekarang. Begitu juga hanya 39% pemilih Prabowo pada Pilpres 2019 yang menyatakan akan memilih Prabowo seandainya pilpres dilakukan sekarang," kata Direktur Eksekutif SMRC, Sirojuddin Abbas.

Abbas berkata, terdapat perpecahan suara massa pendukung Gerindra dalam memilih calon presiden (capres) 2024. Sebanyak 13% akan memilih Anies Baswedan dan 14% ke Sandiaga Uno bila kontestasi dilakukan sekarang.

"Di kalangan mereka yang memilih Prabowo pada Pilpres 2019, 18% di antaranya akan memilih Anies sebagai presiden seandainya Pilpres dilakukan saat ini," tuturnya.

Sementara itu, tokoh yang elektabilitasnya paling moncer adalah Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, dengan 15,7%. Prabowo berada diurutan kedua dengan 14,9%, diikuti Anies 11%, Sandiaga 7,9%, Ridwan Kamil 7,1%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,1%, dan Tri Rismaharini 3,1%.

Dengan data itu, menurut Abbas, langkah Prabowo pada Pilpres 2024 semakin berat selain faktor kekalahan dua kali berturut-turut. "Juga karena saat ini sentimen publik terhadapnya tidak lebih baik, bahkan di bawah Ganjar."

Dirinya melanjutkan, tingginya dukungan terhadap Ganjar datang dari pro Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebesar 28%, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 27%, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 21%, dan NasDem 20%.

Sementara terhadap Prabowo dari massa Gerindra hanya 50%, Anies datang dari massa pendukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 37%, Ridwan Kamil didukung pro Golkar 21%, dan Sandiaga disokong NasDem 25%.

Sponsored

Ganjar pun didukung pemilih Jokowi-Ma’ruf sebesar 24%. Adapun 8% lainnya memilih Sandiaga, Anies, dan Ridwan Kamil; sedangkan 6% memilih Prabowo.

"Di pihak lain, di antara mereka yang memilih Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019, sekitar 39% akan memilih Prabowo, 18% memilih Anies, 11% memilih Sandiaga Uno, 5% memilih Ridwan, dan 3% memilih Ganjar," terang Abbas.

Survei nasional SMRC dilakukan melalui wawancara via telepon kepada 1202 responden yang dipilih secara acak, 23-26 Desember 2020. Rerata simpangan (margin of error) sekitar 2,9% dengan tingkat keakuratan 95%.

Berita Lainnya
×
img