sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Prabowo ingin merapat, Jokowi belum beri sinyal tambah koalisi

Pertemuan Prabowo dengan Jokowi dan Megawati bukan rekonsiliasi biasa. Tapi ada target yang hendak dicapai Gerindra.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Sabtu, 27 Jul 2019 17:06 WIB
Prabowo ingin merapat, Jokowi belum beri sinyal tambah koalisi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 125396
Dirawat 38721
Meninggal 5723
Sembuh 80952

Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menilai Partai Gerindra memiliki keinginan besar untuk bergabung dengan Jokowi di Koalisi Indonesia Kerja. Keinginan Gerindra itu terlihat setelah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Jokowi. Kemudian dilanjutkan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Menurut Ray, keinginan mantan calon presiden nomor urut 02 itu sudah terlihat meski Partai Gerindra belum terang-terangan secara resmi menyatakan bergabung dengan pemerintah. "Saya mengatakan 60% Gerindra ingin masuk di dalam koalisi 01, masuk dalam pemerintahan," kata Ray saat ditemui di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (27/7).

Menurut Ray, pertemuan dengan Jokowi dan Megawati itu bukanlah rekonsiliasi biasa, melainkan ada target yang hendak dicapai Partai Gerindra untuk bergabung dalam pemerintahan. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi adalah pihak yang diuntungkan.

"Besar dugaan saya karena ada target yang akan dicapai oleh Partai Gerindra yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dengan Bu Mega," ucap Ray.

Alih-alih mendapat respons positif akan niat Gerindra itu, Ray menilai, Jokowi melalui pernyataan dan sikapnya sampai sat ini belum menunjukan adanya tanda atau keinginan untuk menambah koalisi. Sebab, Jokowi merasa koalisi saat ini sudah cukup strategis di pemerintahannya bersama Ma’ruf Amin.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat atau Nasdem, A. Effendy Choirie, mengatakan Partai Nasdem menganggap koalisi di kubu Jokowi sudah baik tanpa perlu adanya tambahan. Jokowi pun diminta untuk tidak merasa khawatir soal adanya gangguan dalam pemerintahan lima tahun ke depan.

“Yang menang koalisinya sudah besar dan cukup untuk pemerintahan lima tahun ke depan. Jadi, Pak Jokowi tidak perlu khawatir ada gangguan. Pemerintahan ini akan stabil,” ucap pria yang biasa disapa Gus Choi itu. 

Karena itu, Gus Choi meminta kepada pihak oposisi untuk tetap berada pada posisinya masing-masing, bekerja dengan produktif guna menyeimbangkan pemerintahan. Namun, segala pemikiran dan masukan dari oposisi dapat dipertimbangkan jika mendukung program lebih baik.

Sponsored
Berita Lainnya