logo alinea.id logo alinea.id

Prabowo panggil Sandiaga Uno bahas kursi menteri Jokowi?

Prabowo Subianto memanggil petinggi Partai Gerindra di Kertanegara, termasuk Sandiaga Uno.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 10 Okt 2019 06:02 WIB
Prabowo panggil Sandiaga Uno bahas kursi menteri Jokowi?

Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto memanggil petinggi Partai Gerindra di Kertanegara, termasuk Sandiaga Uno. 

Informasi yang beredar, isi pembicaraan pada Rabu (9/10) malam di kediaman Prabowo itu terkait kursi menteri untuk kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sugiono menyebut kehadiran Sandiaga Uno di kediaman Prabowo hanya silahturahmi biasa. Dia memastikan tak ada pembahasan menteri dalam pertemuan antara mantan pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2019 itu.

Nama Sandiaga disebut-sebut sebagai salah satu dari tiga nama yang ditawarkan Prabowo jika akan bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo jilid II. Dua nama lainnya ialah Waketum Gerindra Edhy Prabowo dan Fadli Zon.

"Enggak ada bahas menteri. Datang main saja, wong rumahnya (Sandiaga) dekat kok," kata Sugiono usai bertemu Prabowo di Kawasan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Senada, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik menampik adanya pembahasan kursi menteri di antara ketiganya. "Enggak bahas menteri," ujar Taufik.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu enggan berkomentar banyak soal rencana Gerindra bergabung di kabinet Jokowi jilid II. Selain itu, dia menyebut hingga saat ini belum mendengar adanya pembahasan menteri di internal Gerindra.

"Belum ditawarin menteri kok," jelas dia.

Sponsored

Sebelumnya, juru bicara Prabowo, Dahnil Azhar Simanjuntak menyebut pertemuan di kediaman Prabowo dalam rangka persiapan menjelang rapat kerja nasional (Rakernas) yang digelar Oktober ini.

Menurutnya, Prabowo bakal mengumumkan arah politik partai ke depan dalam Rakernas. 

"Di situ lah nanti Pak Prabowo akan menyampaikan kepada publik sikap politik Pak Prabowo dan sikap politik Gerindra," ujarnya di Gedung DPR, Senayan.

Meskipun sejumlah kader Gerindra dikabarkan sudah diplot untuk menjadi menteri Jokowi, menurut Dahnil, hingga kini Gerindra masih berstatus oposisi. Keputusan pindah ke gerbong baru akan diputuskan pada Rakernas. 

"Apakah kita beroposisi, istilah saya, akan menjadi mitra kritis atau jadi mitra internal? Oposisi atau dalam pemerintahan itu akan diputuskan sekitar tanggal 17 Oktober," kata dia.

Isu Gerindra bergabung dengan kabinet Presiden Joko Widodo pertama kali dihembuskan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. Dia menyebut Prabowo telah meminta jatah menteri ke Jokowi. Hal tersebut dibenarkan Ketua DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Ada tiga nama yang ia sebut pantas untuk membantu Jokowi menjalankan roda pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ke depan. Mereka adalah Waketum Gerindra Edhy Prabowo, Waketum Gerindra Fadli Zon, dan Sandiaga Uno yang kini telah mengundurkan diri dari Gerindra.

"Saya klarifikasi bahwa memang ada komunikasi antara pihak pemerintah dengan Partai Gerindra sewaktu rekonsiliasi dan pascarekonsiliasi," kata Dasco. 

Lebih jauh, Dasco mengatakan, Gerindra siap bergabung dalam kabinet Jokowi jika konsep terkait ketahanan pangan dan energi yang ditawarkan Gerindra diterima pemerintah. "Jika diterima, selanjutnya dibahas siapa yang akan ditunjuk DPP Gerindra untuk menjadi menteri Jokowi," katanya. 

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB