sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Presiden Jokowi tiba di Natuna

Kawasan Natuna hingga saat ini menjadi perhatian publik menyusul adanya sejumlah kapal ikan China yang beroperasi di Laut Natuna.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Rabu, 08 Jan 2020 11:04 WIB
Presiden Jokowi tiba di Natuna

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada Rabu (8/1). Bersama rombongan, bekas Gubernur DKI Jakarta itu tiba di Kabupaten Natuna setelah lepas-landas dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 07.30 WIB.

Presiden Jokowi bersama rombongan mendarat sekitar pukul 09.10 WIB di Bandara Raden Sadjad, Natuna, setelah menempuh penerbangan selama sekitar 1,5 jam.

Turut dalam rombongan antara lain Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Surya Chandra, serta Jubir Presiden Fadjroel Rahman.

Kawasan Natuna hingga saat ini masih menjadi perhatian publik menyusul adanya sejumlah kapal ikan China yang beroperasi secara ilegal di Laut Natuna yang dikawal aparat kapal-kapal Penjaga Pantai China.

Laut Natuna hingga 200 mil laut lepas pantai ke arah utara secara radial merupakan wilayah zone ekonomi eksklusif Indonesia yang diakui UNCLOS 1982 secara internasional dan ditabalkan melalui UU Nomor 5/1983 tentang ZEE Indonesia.

Setelah mengklaim sepihak hampir seluruh wilayah Laut Natuna Utara melalui 9 Garis Putus-putus yang tidak pernah diketahui koordinat persisnya, China menyatakan Laut Natuna masuk sebagai teritorial negaranya. Itu didasari pada fakta historis yang diklaim China sebagai arena penangkapan ikan nenek moyang mereka sejak zaman dulu.

Namun demikian, klaim China tersebut bertabrakan dengan kepentingan empat negara ASEAN yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Vietnam. Di sisi lain, China selalu menghindar ketika diminta menyelesaikan perselisihan perairan tersebut dengan ASEAN secara bilateral, terutama kepada keempat negara yang mengajukan klaim tersebut. 

China diketahui sempat melakukan provokasi dan mengatur kapal-kapal nelayannya untuk mencari ikan di perairan Natuna. Bahkan, China mengirim kapal pengawal untuk mendampingi kapal pencari ikan ke Natuna.

Sponsored

Tak tinggal diam, militer Indonesia pun bergerak memperkuat pertahanan di perairan terluar itu. Sejumlah kapal perang milik TNI AL merapat ke sana sebagai antisipasi masuknya kapal negara lain. (Ant)

Berita Lainnya