sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Soal pergantian mobil menteri, PSI ingatkan defisit anggaran Rp120 T

Pergantian mobil atau kendaraan dinas menteri sebaiknya tidak didasari kebutuhan tersier.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Jumat, 23 Agst 2019 09:15 WIB
Soal pergantian mobil menteri, PSI ingatkan defisit anggaran Rp120 T

Rencana pemerintah yang hendak mengganti mobil dinas para menteri di periode mendatang masih menuai pro dan kontra. Rencana pemerintah itu turut ditanggapi oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Melalui sang Ketua Umum, Grace Natalie, ia mengingatkan pemerintah jika keuangan negara masih mengalami defisit anggaran sebesar Rp120 triliun.

Menurut mantan wartawan stasiun televisi itu, penggantian mobil atau kendaraan dinas menteri sebaiknya tidak didasari kebutuhan yang bersifat tersier. Kalau pemerintah hanya menginginkan mobil keluaran terbaru untuk menunjang kinerja mereka, jelas Grace, hal itu tidak elok karena Indonesia masih mengalami defisit anggaran.

"Kalau penggantiannya karena mau kendaraan model baru, itu namanya (kebutuhan) tersier. Kita lihat kondisi kita defisit masih Rp120 triliun," kata Grace seusai menggelar acara nonton bareng Film Bumi Manusia karya Hanung Bramantyo bersama media massa, di Jakarta, Kamis (22/8) malam.

Dia mengatakan, apabila penggantian kendaraan dinas menteri didasari kebutuhan mendesak, maka hal tersebut boleh saja direalisasikan. Misalnya, penggantian disebabkan kendaraan lama tidak mumpuni lagi dalam menunjang aktivitas menteri.

"Misalnya karena kendaraan lama rusak, sehingga mengganggu produktivitas dan aktivitas menteri. Karena menteri tidak boleh terganggu aktivitasnya. Makanya semua tergantung kebutuhannya seperti apa," kata Grace.

Soal jajaran menteri di kabinet pemerintahan Jokowi mendatang, PSI enggan membebani Presiden Jokowi dengan meminta jatah menteri. "Soal menteri, yang paling tahu Pak Jokowi, yang paling tahu kebutuhan Pak Jokowi. Kami tidak mau membebani beliau dengan minta-minta jatah," kata Grace. 

Grace mengatakan, selama lima tahun pemerintahan periode pertama, Presiden Jokowi sudah mengetahui dan menguasai kebutuhan pemerintahannya. Dia pun menceritakan pengalamannya ketika bertemu Jokowi di Istana beberapa waktu lalu. Terlihat, kata dia, Presiden Jokowi kini lebih percaya diri atas apa yang akan dilakukan pemerintahan ke depan.

"Sekarang beliau sudah tahu banget mau ngapain, mau ngegas di mana. Maka itu kami tidak pernah meminta, menuntut, dan sebagainya, karena PSI mau support Pak Jokowi agar pemerintahan lima tahun ke depan berhasil, maka kriteria menteri kita ikut Pak Jokowi saja," ucapnya.

Sponsored

Saat ditanya apakah kader PSI sudah ada yang diminta untuk menjadi menteri, Grace mengatakan bahwa komunikasi itu sudah ada. Dia mengatakan Presiden Jokowi sudah mengetahui kompetensi kader-kader PSI.

"Kita tunggu saja bagaimana dari beliau, " ujar Grace.

Grace mengatakan, kader PSI, khususnya mantan caleg PSI, sudah melewati tahap rekrutmen yang ketat melalui juri independen. Mereka memiliki kompetensi yang baik. PSI mempersilakan apabila ada kader yang sesuai dengan kebutuhan kabinet Jokowi ke depan. (Ant)

Berita Lainnya