logo alinea.id logo alinea.id

PSI: Kubu Prabowo-Sandi gemar sebar hoaks karena minim prestasi

"Kalau mereka punya visi-misi konkret, prestasi bagus, seharusnya mereka tidak perlu sulit-sulit membuat kebohongan."

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Jumat, 04 Jan 2019 20:39 WIB
PSI: Kubu Prabowo-Sandi gemar sebar hoaks karena minim prestasi

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyebut kubu calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) Prabowo-Sandiaga Uno, sering melontarkan hoaks. Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, menilai hal tersebut dilakukan karena mereka minim prestasi.

"Saya enggak tahu, apa kekurangan ide, gagasan, atau kesulitan mencari kesalahan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf, sehingga dibuat hal aneh-aneh, atau bisa mungkin karena mereka kekurangan prestasi. Kalau mereka punya visi-misi konkret, prestasi bagus, seharusnya mereka tidak perlu sulit-sulit membuat kebohongan," kata Tsamara di kantor PSI, Jakarta Pusat, Jumat (4/1). 

Dia mencontohkan, hoaks Sandiaga Uno yang menyatakan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dibangun tanpa utang. Menurutnya, hoaks tersebut bukan sesuatu yang baru, melainkan sengaja dilontarkan saja. 

"Lagi-lagi kalau kita lihat datanya, ada pinjaman, ada hutang bank, di sana. Kalau kita lihat ada pinjaman beberapa bank Rp8,8 triliun pinjaman dari bank BCA, bank DKI. Jadi intinya apa yang disampaikan bang Sandiaga Uno ini bukan hal baru. Hanya kebohongan yang disampaikan saja. Sama seperti chicken yang lebih mahal Indonesia daripada di Singapura, sama seperti tempe setipis kartu ATM," katanya. 

Sponsored

Oleh sebab itu, lanjut Tsamara, PSI membuat tiga anugrah penghargaan untuk Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Andi Arief, agar hoaks jelang pemilu tidak dibiarkan begitu saja. 

Sebelumnya, PSI menganugerahkan tiga penghargaan kebohongan kepada tiga tokoh politik yang dinilai gemar menyebar hoaks. Ketiga tokoh itu ialah calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, pendamping Prabowo di Pilpres 2019, Sandiaga Uno, dan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief.