logo alinea.id logo alinea.id

Putra SBY sowan ke Megawati, Gerindra nilai biasa saja

Fadli Zon mengaku tidak mau ambil pusing, silaturahmi kedua putra SBY sebagai bentuk komunikasi politik Demokrat.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 06 Jun 2019 08:21 WIB
Putra SBY sowan ke Megawati, Gerindra nilai biasa saja

Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon menilai silaturahmi yang dilakukan putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri adalah hal yang biasa. 

Fadli mengatakan, sejatinya Idulfitri adalah hal yang lumrah apabila setiap orang saling bersilaturahmi. Idulfitri pun dinilai sebagai momen yang tepat untuk bersilaturahmi. 

"Kalau itu kan semua akan silaturahmi. Semua itu tidak pernah terputus, penting dalam  Hablumminannas," ucap Fadli di Rumah Dinas Ketua DPR RI, Rabu (5/6).

Fadli mengaku tidak ingin mengambil pusing apakah silaturahmi itu diartikan sebagai manuver Partai Demokrat atau sebagai cara komunikasi politik yang menguatkan Demokrat merapat ke koalisi. 

Baginya, semua orang atau pihak memiliki preferensi atau kesibukan masing-masing.

Toh, Prabowo juga telah menjalin komunikasi dengan pihak Demokrat. Hanya saja hal tersebut diwakili oleh petinggi-petinggi partai lantaran Prabowo juga melakukan silaturahmi ke rumah keluarga-keluarga terdekatnya. 

"Tadi begitu selesai salat. Itu diwakilkan dengan senior-senior," imbuh dia.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin menilai, kedatangan kedua anak Presiden ke-6 RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu merupakan skenario Tuhan untuk mendamaikan Indonesia.

Sponsored

Ia berharap pertemuan tersebut dapat merealisasikan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merangkul semua pihak agar dapat melahirkan jalan terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara. 

Kata Ngabalin, pemerintah memang amat berharap partai Demokrat dapat berganung dalam koalisi.

"Harapan itu pasti. Karena pemerintah juga ingin mengatakan, kalau lebih banyak bisa kita rangkul, kemudian sama-sama kita bangun Indonesia. Ada kawan dari PAN, Demokrat, mungkin juga yang lain. Tidak apa-apa," ujar Ngabalin.

Peluang koalisi

Fadli Zon juga menanggapi peluang partainya untuk merapat ke Joko Widodo (Jokowi) - KH Maruf Amin. Meski mengaku tidak menutup kemungkinan untuk merapat, namun Gerindra tetap berjuang di jalur konstitusional. 

Fadli menegaskan, arah politik Gerindra tergantung pada dinamika politik yang sedang ditempuh. Saat ini, Gerindra fokus menempuh jalan konstitusional di Mahkamah Konstitusi (MK) guna membuktikan kecurangan yang terjadi pada proses Pemilihan Umum (pemilu) 2019, khususnya Pemilihan Presiden (pilpres).

"Kalau yang namanya (koalisi) kemungkinan itu hanya spekulasi. Ya lihat saja nanti," tegas Fadli di Rumah Dinas Ketua DPR, Rabu (5/6).

Apakah Gerindra betul-betul memutuskan untuk bergabung dengan koalisi Jokowi atau tetap menjadi oposisi perlu melewati proses rapat internal. Bagi Fadli, semuanya tergantung dengan keputusan Prabowo sebagai ketua partai sekaligus calon presiden (capres) mereka.

Jawaban tersebut juga berlaku untuk menjawab apakah pihak Gerindra telah menerima tawaran kabinet dalam parlemen sebagaimana kabar yang beredar. Fadli mengaku secara pribadi belum mengetahui adanya tawaran tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko mengungkapkan, masih ada peluang bagi Gerindra untuk merapat ke sisi koalisi. Apalagi, ketika Jokowi selaku presiden terpilih dalam Pilpres 2019. 

Moeldoko, disebut telah melakukan penjajakan agar dapat bertemu langsung dengan Prabowo selaku capres nomor urut 02.

"Ya politik, tidak ada yang tidak mungkin. Serba mungkin itu," ungkap Moeldoko.

Opsi bergabungnya Gerindra ke dalam koalisi tentunya akan menguatkan posisi pemerintah. Hanya saja opsi tersebut perlu dipertimbangkan dalam konteks ihwal check and balance bagi pemerintah. Bagaimanapun, lanjutnya, di sebuah negara demokrasi pemerintah butuh penyeimbang.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Di Teuku Umar dengan AHY dan EBY ???? #idulfitri2019

Sebuah kiriman dibagikan oleh Puan Maharani (@puanmaharaniri) pada