sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Respons Jokowi soal keramaian pasar, DPR: Cabut aja PSBB-nya!

Presiden Jokowi disebut mengeluarkan kebijakan tak konsisten.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Selasa, 19 Mei 2020 17:27 WIB
Respons Jokowi soal keramaian pasar, DPR: Cabut aja PSBB-nya!
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17204
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto mengaku heran dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak mempermasalahkan keramaian di pasar jelang Idulfitri selagi masyarakat mengikuti protokol Covid-19.

Menurut Yandri, seharusnya pelonggaran di pasar ini juga berlaku bagi lokasi atau tempat masyarakat menjalankan aktivitas lainnya. Sebagai contoh di mal, bandara, kantor, dan tempat-tempat ibadah.

"Kalau Pak Jokowi mau melonggarkan, longgarkan juga rumah ibadah, di masjid, gereja, di pura, boleh. Jangan ditutup, atau masjid dibuka pas Ramadan. Yang penting masyarakat atau warga memakai protokol Covid-19, pakai masker, tidak bersalaman, cuci tangan. Ya kan? Kemudian jaga stamina, itu bisa," ujar Yandri saat dihubungi, Selasa (10/5).

Akan tetapi, faktanya hingga hari ini pemerintah masih menutup rumah ibadah. Jika pasar tradisional saja yang dapat dilonggarkan, kata dia, maka kebijakan ini dinilainya tidaklah adil.

Menurut Yandri, jika rumah ibadah masih ditutup, Presiden Jokowi seperti mengeluarkan kebijakan yang tidak konsisten.

Padahal, sambung dia, dalam konteks tempat, rumah ibadah lebih dapat menjamin kesehatan dibandingkan pasar tradisional.

"Justru orang ke rumah ibadah lebih aman, sudah bersih. Ke pasar lebih berisiko, kenapa masjid atau rumah ibadah lainnya tidak dibolehkan? Tidak konsisten," tegas Yandri.

Politikus PAN ini menyarankan sebaiknya Presiden Jokowi mencabut kebijakan PSBB. Hal itu lebih baik ketimbang masyarakat semakin bingung melihat kebijakan-kebijakan atau sikap yang tidak konsisten ditunjukkan pemerintah.

Sponsored

"Itu bukan melanggar lagi, itu namanyanya tidak konsisten, tidak tahu aturan main. Kalau gitu, cabut aja PSBB-nya. Kan ini setengah-setengah, makanya saya bilang tadi kalau pasar boleh, ya itu ga ada aturan PSBB lagi," tegas dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan kepadatan yang terjadi di pasar jelang Idulfitri. Mantan Wali Kota Solo itu memaklumi asalkan masyarakat dapat menerapkan protokol Covid-19 dan menjaga jarak.

"Saya melihat pasar-pasar tradisional saat ini mulai ramai karena banyak masyarakat yang belanja dalam rangka persiapan hari raya. Saya ingin dipastikan ada pengaturan jarak yang baik, pakai masker," ujar Jokowi.

Berita Lainnya