sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Respons KSP, PKS: Istana jangan baper

KSP sebelumnya menilai, pernyataan JK soal kritik pemerintah tanpa dipolisikan terkesan provokatif lantaran disampaikan dalam forum parpol.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 15 Feb 2021 14:57 WIB
Respons KSP, PKS: Istana jangan baper
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Istana dianggap terbawa perasaan (baper) dalam menyikapi pertanyaan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), tentang mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi. Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera saat merespons pernyataan Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Ade Irfan Pulungan.

"Pertama, jangan baper. Istana diberi demikian banyak previlege, anggaran, dan kekuasaan. Rendah hatilah," ujarnya saat dihubungi Alinea, Senin (15/2).

Menurut Mardani, JK merupakan tokoh bangsa yang terhormat. Dengan demikian, "masukannya pasti didasari kebijaksanaan."

Di sisi lain, Anggota Komisi II DPR ini sependapat dengan JK, bagaimana bisa mengkritik pemerintah tanpa dipolisikan. Alasannya, kebebasan berpendapat di Indonesia terus tergerus.

Sponsored

"Hasil survei beberapa lembaga memang menunjukkan turunnya indeks demokrasi dan kebebasan berpendapat kita," paparnya.

JK menyinggung kebebasan berpendapat di Indonesia dalam acara "Mimbar Demokrasi Perjuangan" yang diadakan PKS, Jumat (12/2). Dia berpendapat, pemerintah harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan haknya terjaga demi iklim demokrasi, sehingga publik bisa lebih aktif menyampaikan kritik, seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tetapi tanpa dipolisikan.

Merespons itu, Ade menilai, pernyataan JK terkesan provokasi. Kilahnya, pendapat tersebut disampaikan dalam forum partai politik (parpol) dan seakan-akan ingin memanas-manasi parpol tersebut.

Berita Lainnya