sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

RI 'di-lockdown' 59 negara, PKS: Indonesia ditakuti

PKS nilai pemerintah salah strategi tangani Covid-19.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Rabu, 09 Sep 2020 19:17 WIB
RI 'di-lockdown' 59 negara, PKS: Indonesia ditakuti
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menilai pemerintah gagal menahan laju pandemi Covid-19 akibat salah strategi.

"Sejak awal pemerintah lebih memprioritaskan pemulihan ekonomi daripada menangani akar pandemi, yaitu sektor kesehatan. Akibat kegagalan tersebut, imbas pandemi sudah kemana-mana dan sulit terkendali," ujarnya dalam rilis yang diterima Alinea.id, Rabu (9/9).

Berdasarkan data covid19.go.id pada Selasa (8/9/2020), kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 200.035 orang, sebanyak 142.958 orang dinyatakan sembuh, dan 8.230 orang meninggal dunia.

"Angka kasus makin tinggi, klaster penularan baru bermunculan, ekonomi makin terpuruk, rakyat bingung tidak tahu harus berbuat apa. Saat ini sudah 59 negara yang menutup akses bagi kedatangan WNI, Indonesia menjadi negara yang ditakuti," katanya.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini mendesak pemerintah segera mengambil sikap dan menata ulang format kebijakannya.

"Jangan meng-anakemaskan ekonomi tapi meninggalkan kesehatan. Jangan lagi ada pengabaian terhadap pendapat sains yang positif. Sebab pandemi Covid-19 adalah bencana kesehatan, sudah seharusnya kembali pada kebijakan yang berbasis kesehatan," katanya.

Saat ini, sambung dia, perkantoran, keluarga dan bahkan proses pilkada telah menjadi klaster penularan Covid-19.

"Jika ini tidak ditangani secara serius dengan kebijakan yang tepat dan ketat, maka akan muncul klaster-klaster lainnya. Jangan sampai Indonesia menjadi negara yang paling ditakuti dan kemudian diisolasi karena Covid-19," tambahnya.

Sponsored

Seharusnya, kata Netty, testing terhadap masyarakat terus menerus dilakukan secara masif dan dengan alat yang akurat.

"Jika yang dianggap akurat itu adalah swab PCR, maka buatlah itu sebagai strategi testing yang menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan dibebankan pada rakyat. Lakukan secara berkala terutama di tempat-tempat yang potensial menjadi klaster. Dan di luar testing, buatlah masyarakat disiplin mencegah penularan dengan melakukan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 3M harus menjadi budaya, bukan cuma slogan dan himbauan saja" tutup Netty.

Sebelumnya, ekonom senior Rizal Ramli menilai pelarangan 59 negara terhadap WNI merupakan ironi bagi Indonesia.

"Pemerintah tidak suka lock-down, tapi akhirnya Indonesia yang di locked-down oleh negara-negara lain, what an irony," cuit RR, sapaan akrabnya, via Twitter-nya @RamliRizal, Senin (7/9).

Diketahui, sejumlah negara dikabarkan menutup kunjungan bagi WNI, di antaranya Jerman, Swis, Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, Turki, menutup pintunya untuk warga negara Indonesia karena khawatir menjadi transmiter Covid-19.

Berita Lainnya