sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

RI didorong beri bantuan kemanusiaan ke Lebanon

Lebanon merupakan negara ketiga yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Kamis, 06 Agst 2020 10:57 WIB
RI didorong beri bantuan kemanusiaan ke Lebanon
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) diminta untuk memantau perkembangan situasi di Beirut, Lebanon, pascaterjadinya ledakan, Selasa (4/8). Termasuk memberi bantuan kemanusiaan ke negara tersebut.

"Kemenlu harus terus memonitor perkembangan para korban. Sejauh ini, KBRI Beirut melaporkan hanya satu orang yang menjadi korban luka-luka. Kita harapkan tidak ada lagi WNI yang menjadi korban," ujar ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/8). 

Bamsoet, sapaan akrabnya, juga mendorong pemerintah agar memberikan bantuan kemanusiaan kepada pemerintah Lebanon. Hubungan diplomatik RI-Lebanon sudah berlangsung lama, terjalin sejak tahun 1950. 

"Bahkan, Lebanon merupakan negara ketiga yang mengakui kemerdekaan Indonesia, setelah Mesir dan Suriah. Karenanya, saya mendorong pemerintah bisa memberikan bantuan kemanusiaan kepada pemerintah Lebanon," bebernya.

Sponsored

Politikus Golkar ini juga mengimbau semua WNI di Lebanon untuk tetap berkoordinasi dan mengikuti semua instruksi yang dikeluarkan oleh KBRI Beirut.

"Jika merasa tidak aman atau khawatir terjadi sesuatu, jangan segan-segan melapor ke KBRI. Sudah menjadi tugas KBRI untuk menjamin keamanan dan keselamatan WNI yang berada disana," tutupnya. 

Sebelumnya, rilis resmi Perdana Menteri Lebanon menyebutkan bahwa ledakan pada Selasa itu disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di Pelabuhan Beirut. Sebanyak 70 orang dilaporkan tewas dan 4.000 lainnya luka-luka.

Berita Lainnya