sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

2 negara tetangga kebobolan mutasi baru Covid-19, RI jangan kecolongan

Sebaiknya pemerintah pertimbangkan tutup akses masuk dari Malaysia dan Singapura.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Sabtu, 26 Des 2020 20:29 WIB
2 negara tetangga kebobolan mutasi baru Covid-19, RI jangan kecolongan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.024.298
Dirawat 149.388
Meninggal 28.855
Sembuh 831.330

Pemerintah disarankan untuk menutup akses pintu masuk dan keluar ke negara Malaysia dan Sungapura menyusul ditemukannya mutasi baru virus Covid-19 asal Inggris di dua negara tersebut.

"Menurut saya sebaiknya sebelum terlambat, pemerintah harus mempertimbangkan penutupan akses masuk dari Malaysia dan Singapura, mengingat dengan alasan yang sama kita sendiri juga sudah menutup akses bagi WNA dari Inggris," ujar anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani, saat dihubungi Alinea, Sabtu (26/12).

Netty menilai, pengetatan pemeriksaan perlu dilakukan di pintu masuk seperti bandara. Salah satu tindakan preventif ini dapat dilakukan melalui  pemberlakuan syarat hasil negatif tes melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR), atau tes swab di negara asal, berlaku maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

"Kita harus waspada dengan mutasi ini, karena mutasi virus sangat berbahaya terutama bagi anak-anak sebagai kelompok rentan. Kerentanannya sama dengan kerentanan pada orang dewasa," ujar Netty.

Di samping itu, dia meminta pemerintah dapat memberikan informasi akurat tentang varian virus baru ini kepada publik. Juga mengambil tindakan cepat dan tepat dalam menanggulangi varian baru virus tersebut.

"Jangan sampai kecolongan," tegasnya.

"Pemerintah tidak boleh memandang remeh varian virus baru ini sebagaimana awal pandemi dahulu. Langkah 3 T, test, tracing, dan treatment harus dilakukan secara masif," pungkas Netty.

Diketahui, Singapura telah mengonfirmasi kasus pertama varian baru Covid-19. Setidaknya, terdapat 11 orang positif ditemukan dari penumpang Eropa yang tiba di Singapura sekitar Selasa (17/11) dan Kamis (17/12).

Sponsored
Berita Lainnya