sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ridwan Kamil merapat ke Golkar, Meutya: Kami buka peluang untuk semua

Partai Golkar mengklaim membuka pintu untuk semua pihak terkait Pilpres 2024. 

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 10 Jun 2021 15:53 WIB
Ridwan Kamil merapat ke Golkar, Meutya: Kami buka peluang untuk semua

Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sekitar dua tahun lagi. Nmaun, sejumlah tokoh politik dan kepala daerah sudah melakukan penjajakan ke partai.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Meutya Hafid mengklaim partainya membuka pintu untuk semua pihak terkait Pilpres 2024. Menurutnya, kemungkinan bagi semua kandidat yang ingin bersanding dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto terbuka lebar.

Hal ini ditegaskan Meutya menanggapi pertemuan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil dan Airlangga pada Sabtu (5/6). Selain dengan Airlangga, Ridwan Kamil juga menemui Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada hari yang sama.

"Kalau dari Golkar komunikasi semua. Kami lihat siapa yang mendampingi Pak Airlangga," kata Meutya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/6).

Saat menemui Airlangga, Ridwan diketahui mengenakan baju kuning seperti bendera Partai Golkar. Meutya mengaku, tidak mengetahui alasan orang nomor satu di Jabar memakai baju berwana khas Golkar. "Tanya Pak RK. Tapi kami membuka peluang dengan semua," ujar Meutya.

Ketika ditanya siapa kandidat yang cocok dengan Airlangga, Meutya mengungkapkan, jika pemimpinnya bisa diduetkan dengan kandidat manapun. "Dengan semua orang beliau gak ada musuh, kawan banyak, jadi enggak sulit," tegas Ketua Komisi I DPR RI ini.

Sekedar informasi, meski Pilpres 2024 masih tiga tahun lagi, namun isu menduetkan para kandidat mulai menjadi perbincangan hangat. Demikian pula nama-nama yang diisukan bakal maju di Pilpres 2024 nanti. Sejauh ini sudah muncul nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

Isu teranyar adalah duet lawas Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang muncul seiring dengan rencana pemberian gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI. Kendati demikian, di balik isu duet Prabowo-Mega, banyak yang memprediksi, duet yang sebenarnya diinginkan PDIP dan Gerindra ialah Prabowo-Puan.

Sponsored
Berita Lainnya