sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Roy Suryo ingatkan Presiden Jokowi soal posisi wakil menteri

Menurut Roy, Jokowi sebaiknya mementingkan kualitas dari pada kuantitas.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 11 Nov 2019 10:01 WIB
Roy Suryo ingatkan Presiden Jokowi soal posisi wakil menteri

Politikus Partai Demokrat, Roy Suryo, mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo yang berencana menambah beberapa wakil menteri di sejumlah kementerian. Menurut bekas Menteri Pemuda dan Olahraga itu, Jokowi harus memperhatikan kualitas wakil menteri yang dipilihnya.

“Sebaiknya Presiden Jokowi lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas agar mangkus dan sangkil,” tulis Roy pada akun Twitter-nya, Minggu malam (10/11).

Roy Suryo kemudian menjelaskan soal posisi wakil menteri masa pemerintahan Jokowi sebenarnya bukanlah hal baru. Roy menuturkan, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono posisi wakil menteri sudah ada.

Pada masa pemerintahan SBY, kata Roy, bahkan jumlahnya mencapai 18 orang. Itu antara lain Wakil Menteri Luar Negeri, Pertahanan, Hukum dan HAM, Keuangan, ESDM, Perdagangan, Pertanian, Perhubungan, Pekerjaan Umum, Kesehatan, hingga BUMN.

"Tapi apa iya, kalau baru 12 harus ditambah enam lagi? Dulu KSP (Kantor Staf Presiden) dan badan-badan tidak segemuk sekarang," ujar Roy.

Menurut Roy, Jokowi sebaiknya mementingkan kualitas dari pada kuantitas. Pasalnya, sekarang ini saja jumlahnya sudah ada 12 orang. Jika ditambah dengan KSP serta badan-badan lain, maka kabinet akan terlihat gemuk sekali. 

Menurut Roy, dalam pesan singkatnya, niat membuat Kabinet Indonesia Maju yang efektif dan efisien akan sulit tercapai karena koordinasi menjadi semakin panjang. Karena itu, kata dia, sebaiknya Presiden Jokowi mengutamakan kualitas dari para pembantu-pembantu yang dipilihnya. 

“Jangan malah sekadar mengejar kuantitas karena ujung-ujungnya juga akan membebani keuangan negara," kata dia.

Sponsored

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengakui belum memutuskan untuk menambah wakil menteri baru, selain wamendikbud dan wakil Panglima TNI. Jokowi juga menyebutkan belum ada Peraturan Presiden mengenai wamen baru.

"Belum," kata Presiden Jokowi usai menjadi inspektur Upacara Ziarah Nasional dalam rangka Hari Pahlawan di TMP Kalibata Jakarta. (Ant)