sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Safari politik Nasdem, sinyal koalisi Pemilu 2024?

Safari politik yang dilakukan Partai Nasdem menunjukkan kecerdasan partai tersebut.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 01 Nov 2019 19:39 WIB
Safari politik Nasdem, sinyal koalisi Pemilu 2024?

Partai Nasdem tengah gencar melakukan safari politik kepada partai di luar pemerintahan. Setelah melakukan kunjungan ke DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10), kabarnya Partai Nasdem berencana mengunjungi PAN, bahkan Partai Demokrat.

Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago, saat dihubungi Alinea.id, mengatakan rencana tersebut memang benar adanya. Namun demikian, hal itu baru sekadar rencana dan belum ada kepastiannya.

"Kami belum mempunyai agenda ke PAN maupun Demokrat. Tetapi rencana untuk bersilaturahmi itu memang ada. Hanya saja kami tidak melakukan dalam waktu dekat, nanti dibilang mau bikin poros baru," kata Irma, Jumat (1/11).

Irma menampik jika safari politik Nasdem diartikan sebagai manuver politik untuk membangun poros. Partai Nasdem hanya merupakan silaturahmi kebangsaan biasa. Menjaga hubungan komunikasi dengan partai di luar pemerintah tetap harus dijalin demi pemerintahan yang lebih baik.

Partai Nasdem bisa dikatakan ingin menjadi jembatan antara pemerintah dan oposisi agar hubungan tetap terjaga dengan baik. Semuanya dilakukan agar pengawasan yang tidak sehat dari oposisi tidak terjadi untuk lima tahun ke depan.

Jangan karena berada di dalam pemerintah, solidaritas antara partai koalisi dan oposisi terpecah belah. Kesolidan setiap partai politik amat diperlukan untuk membangun bangsa dan negara.

"Kalau ke PKS kami hanya memberikan apresiasi atas sikap tegas mereka menjaga check and balance. Kami juga meminta bantuan kepada PKS agar menjadi oposisi yang konstruktif, solutif, dan elegan agar program pemerintah tidak terganggu," jelasnya.

Partai Nasdem juga ingin menunjukkan kepada PKS, partai nasionalis juga dapat menjaga nilai-nilai keagamaan. Pun sebaliknya, PKS sebagai partai keagamaan diharapkan juga dapat menjaga nilai-nilai kebangsaan yang ada.

Sponsored

Mengenai arah koalisi Partai Nasdem pada Pemilu 2024, Irma mengaku belum bisa berbicara banyak. Akan tetapi, melihat sifat politik yang dinamis, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi.

"Kami bisa berkoalisi dengan siapapun dan partai manapun. Sepanjang visi dan misi kebangsaannya benar dan sama dengan Nasdem," urainya.

Untuk sekarang, Partai Nasdem akan menjaga komitmen berada di pemerintahan. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa Partai Nasdem mendukung Presiden Jokowi tanpa syarat dan mahar tertentu.

"Belum ada niatan ke mana-mana. Masih tetap di partai koalisi. Tidak ada pengkhianatan, tidak keluar dari kesepakatan," sambungnya. 

Sinyal kuat koalisi baru

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad mengatakan, safari politik yang dilakukan Partai Nasdem menunjukkan kecerdasan partai tersebut. Nyarwi melihat, Partai Nasdem sangat cekatan dalam membaca dinamika politik partai di luar blok pemerintah.

"Sikap PAN dan Partai Demokrat yang tidak tegas dan sikap lantang PKS sebagai blok oposisi, bisa memberikan peluang bagi Nasdem mengambil peran lebih besar," ujarnya.

Partai Nasdem terlihat sedang berusaha mendapatkan panggung politik lebih besar di tengah kejumudan posisi partai-partai yang ada. Baik yang sudah masuk dalam koalisi pemerintah maupun di luar.

Kendati demikian, langkah Partai Nasdem ini cukup positif jika safari politik tersebut dimaknai sebagai jembatan antara oposisi dan pemerintahan. Sebaliknya, langkah ini juga akan menjadi benalu bagi Jokowi, jika langkah tersebut hanya sebagai bargaining position terkait dengan sharing power di kabinet.

Lebih jauh lagi, Nyarwi membaca safari politik tersebut merupakan sinyal kuat sebuah koalisi dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Apalagi melihat posisi Partai Nasdem di pemerintahan sekarang yang mulai sempit, lantaran kehadiran Partai Gerindra di tengah-tengah koalisi pemerintah.