logo alinea.id logo alinea.id

Saut Situmorang siap mati jika ada transaksi dengan Desmond

Desmond J Mahesa bahkan sempat mentraktir Saut Situmorang saat proses seleksi.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 09 Sep 2019 17:44 WIB
Saut Situmorang siap mati jika ada transaksi dengan Desmond

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, mengaku siap mati kalau dirinya terbukti melakukan lobi yang disertai dengan transaksional kepada Wakil Ketua Komisi III DPR dari fraksi Partai Gerindra, Desmond J unaidi Mahesa. 

Demikian pernyataan Saut Situmorang menanggapi ucapan Desmond J Mahesa yang sebelumnya menyebutkan, bahwa Saut pernah melobinya saat seleksi calon pimpinan atau Capim KPK untuk periode 2015-2019. 

Menurut Saut, lobi politik dihalalkan saat seleksi pemilihan Capim KPK. Namun, ada batasan-batasan tertentu. Dalam proses seleksi Capim KPK, proses mempengaruhi itu merupakan suatu bentuk kampanye agar visi dan misinya dapat dipertimbangkan, sehingga kandidat dapat terpilih menjadi pimpinan KPK.

“Itu juga tidak dilarang UU KPK, karena itu namanya kampanye. Apalagi waktu itu kita kan belum dikenal oleh anggota dewan, makhluk apa kita ini. Itu  namanya the art of negotiations,” kata Saut saat dikonfirmasi di Jakarta pada Senin, (9/9).

Lebih lanjut, Saut menuturkan, proses lobi yang tidak diperkenankan yakni dibumbui dengan adanya proses transaksional. Karena itu, Saut menegaskan, bahwa proses lobi yang dilakukannya ketika itu hanya sebatas memperkenalkan visi dan misi serta program kerja jika dirinya terpilih sebagai pimpinan lembaga antirasuah itu. 

"Boleh (melobi) itu selama enggak pake transaksional. Saya sama Om Desmond tidak (ada) transaksional atau janji-janji bahkan setelah di KPK. Saya mati detik ini juga kalau ada," ujar Saut.

Sebelumnya, Wakil Komisi III DPR RI fraksi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyebut Saut Situmorang pernah melobi dirinya saat mengikuti proses seleksi Capim KPK periode 2015-2019. Bahkan, kata Desmond, dalam proses lobi itu dirinya sempat mentraktir Saut makan.

Meski ada lobi, Desmond mengaku tidak ada perjanjian yang disepakati dalam proses tersebut. Politikus Partai Gerindra itu hanya meminta Saut untuk menegakkan hukum di Indonesia.

Sponsored