sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

SBY semangati Jokowi hadapi 'badai' corona

SBY mengajak seluruh anak bangsa membantu pemerintah.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Senin, 23 Mar 2020 15:15 WIB
SBY semangati Jokowi hadapi 'badai' corona
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyemangati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tetap berjuang menghadapi pandemi coronavirus (Covid-19) yang kian mengganas.

"Selamat bertugas Pak Jokowi & pemerintah. Tugas pemerintah berat namun mulia. Perjuangan masih panjang. Badai belum berlalu. Kalau kita bersatu, Indonesia akan selamat & sukses *SBY*," tulisnya via akun Twitter @SBYudhoyono, Senin (23/3).  

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mengajak seluruh anak bangsa membantu pemerintah dengan mematuhi segala imbauan yang ada.

"Disiplin, kesadaran diri & kepatuhan masyarakat akan selamatkan kita semua. Mari kita bantu pemerintah. Kalau ada rekomendasi sampaikan baik-baik. Saya yakin pemerintah akan perhatikan saran-saran rakyatnya," ucapnya yang lagi-lagi diikuti tanda *SBY*, menunjukkan cuitannya tidak ditulis admin, melainkan oleh SBY langsung.

Yang sangat penting, lanjut dia, adalah mencegah pertemuan dengan menghadirkan banyak orang dengan menerapkan social distancing.

"Di manapun, kita pelihara jarak antar manusia (physical distancing), sekitar 1,5-2 meter. Ini keadaan darurat. Jangan dianggap mengada-ada," imbaunya.

SBY menilai lockdown, yang diartikannya mengkarantina diri sendiri, tak perlu dilakukan di kota-kota. "Penyebaran COVID-19 bisa kita batasi. Seperti negara lain, lockdown dilakukan hanya jika terpaksa, guna menyelamatkan jiwa penduduk," pungkasnya.

Imbauan SBY melalui akun twitternya tersebut disambut positif Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno.

Sponsored

"Itu langkah yang bagus. Elit saling mendukung melawan corona. Bukan saling nyari kesalahan," ungkap Adi dihubungi Alinea.id.

Menurut pengamat politik UIN Jakarta ini, Indonesia sedang mengalami hari-hari berat yang ditandai oleh meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19, DBD, dan lemahnya nilai tukar rupiah atas dolar. 

"Kemanusiaan yang utama, politik kemudian. Kondisi tak memungkinkan bicara pilkada. Jika pun terpaksa safari politik harus bagi-bagi masker, hand sanitizer, dan obat penangkal virus," katanya.

Bahkan, sambung Adi, akan menjadi menarik jika gaji pejabat mulai dari tingkat pemda, DPR hingga presiden dipangkas untuk membantu penanganan corona.

Berita Lainnya